Category Archive Artikel

Perayaan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2022 Cabang Yogyakarta

(Yogyakarta, 24/09/22) –  Pernahkah teman-teman bertanya, apa yang dirasakan teman Tuli yang kesehariannya dikelilingi oleh teman-teman Dengar? Pertanyaan ini terjawab ketika saya mengunjungi perayaan Hari Bahasa Isyarat Internasional di Jogja National Museum Bloc hari Sabtu, 24 September 2022.

Read More

SLB-A, B, C, D, Bedanya Apa Sih?

Kalian tahu ga sih kalau SLB itu ada bermacam-macam? SLB (Sekolah Luar Biasa) merupakan sekolah yang ditujukan bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus untuk mendapatkan hak memeroleh pendidikannya.

Read More

Semua Orang Bisa Mendampingi Tunanetra

Apa itu Tunanetra?

Teman-teman pasti sering mendengar istilah tunanetra dan berjumpa dengan orang tunanetra. Istilah buta lebih sering digunakan oleh masyarakat dibanding istilah tunanetra, tetapi dalam KBBI maupun peraturan pemerintah istilah tunanetra yang lebih sering digunakan. Hal ini mungkin disebabkan karena istilah tunanetra memiliki makna yang lebih positif. Artikel kali ini membahas mengenai definisi dari tunanetra.

Read More

Sekolah Inklusi, Apa Itu?

Pendidikan inklusi di Indonesia dimaksudkan sebagai sistem layanan pendidikan yang mengikutsertakan anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama dengan anak sebayanya di sekolah reguler yang terdekat dengan tempat tinggalnya. Penyelenggaraan pendidikan inklusif menuntut pihak sekolah agar dapat melakukan penyesuaian baik dari segi kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan, maupun sistem pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu peserta didik (Direktorat PSLB, 2004).

Read More

Mengenal Seorang Gifted

Di Indonesia, istilah gifted lebih dikenal dengan sebutan anak berbakat, anak luar biasa, anak jenius dan/atau anak istimewa. Seseorang bisa dikatakan anak luar biasa apabila dia memiliki perbedaan dengan anak pada umumnya (Gunarsa  1991, 2008; Sudono, 2000). Perbedaan yang dimaksud terletak pada ciri khas yang unggul. Anak-anak berbakat memiliki potensi yang luar biasa untuk mejadi pribadi yang positif maupun negative (DePorter & Hernacki, 2000). Hal ini ditentukan bagaimana penanganan yang mereka dapat pada masa tumbuh kembangnya baik di dalam keluarga dan di masyarakat.

Read More

Resensi Kimi Ni Sasageru Emblem (An Emblem Dedicated to You)

 

Judul         : Kimi Ni Sasageru Emblem (An Emblem Dedicated to You)

Sutradara : Masaki Nishiura

Negara      : Jepang

Penulis      : Kazuku Kyoya (original story), Naoko Adachi (teleplay)

Produksi   : Fuji Creative (FCC), Fuji Television Network

Durasi       : 2jam 30 menit

 

Resensi

Film Kimi Ni Sasageru Emblem yang tayang pada 3 Januari 2017 ini diangkat dari kisah nyata. Film ini menceritakan kisah perjuangan seorang altet basket kursi roda (wheelchair basketball) yang mendorong para penontonnya untuk tidak takut akan keterbatasan dalam meraih mimpi.

Kazuya Takajo (diperankan oleh Sho Sakura) dulunya merupakan seorang pemain sepak bola nasional. Pada suatu hari Takajo berhasil masuk tim nasional, di hari yang sama juga untuk bertemu dengan anggota keluarga dari tunangannya. Miki Nakagawa (tunangan Takajo, diperankan oleh Masami Nagasawa) menunggu kedatangan Takajo dengan sabar, namun Takajo tidak kunjung datang. Keesokan harinya, Takajo mengalami kecelakaan yang menyebabkan kedua kakinya mengalami lumpuh sehingga dirinya tidak bisa bermain sepak bola lagi.

Menyadari kondisi fisiknya, Takajo menolak untuk tetap bertunangan dengan Nakagawa dan juga menolak melakukan rehabilitasi. Namun, setelah membaca buku harian Nakagawa yang terjatuh, Takajo memutuskan untuk mengikuti rehabilitasi dan menikahi Nakagawa. Dengan didukung oleh istirnya, Takajo pun berhasil masuk ke tim Wing (nama tim basket). Masalah mulai muncul saat keaktifan Takajo di tim basket membuat istri dan Ryosuke Takajo (anaknya) meninggalkan rumah. Begitu pula pada tim Wing, Takajo lupa kalau dalam bermain basket harus bekerja dalam tim. Tidak hanya itu, sahabat baik Takajo dalam tim Wing, Mukai Hiroto (diperankan oleh Ichihara Hayato) mulai menjauhi dirinya dan keluar dari tim basket.

Dalam kesendiriannya, Takajo belajar bahwa hidup itu tidak bisa sendiri. Dia membutuhkan orang lain. Akhirnya Takajo memutuskan untuk memperbaiki hubungan dengan istri dan anaknya. Takajo juga memperbaiki hubungan dengan Hiroto dan anggota tim basket yang lain. Di akhir cerita, Takajo bisa menjadi bagian dari tim basket kursi roda nasional.

Kekurangan

Kurangnya adengan yang memperlihatkan proses Takajo latihan dari nol hingga mahir menggunakan kursi roda saat bermain basket.

Kelebihan

Ada beberapa adengan yang memperlihatkan perjuangan Takajo saat rehabilitasi. Film ini mengajak penonton untuk berusaha dalam meraih mimpi, tetapi jangan sampai melupakan orang-orang disekitar. Selain itu. film ini tidak hanya berfokus pada sudut pandang Takajo tetapi juga melihat sudut pandang keadaan keluarga.

 

(PSIBK, April 2019)
write my paper

Down Syndrome – Yuk Kenali Lebih Dalam

Pernahkah kalian mendengar istilah Down Syndrome ? Sebenernya Down Syndrome itu apa sih? Sejak 2012, setiap 21 Maret diperingati sebagai Hari Sindrom Down Sedunia.

Sebelum masuk ke pengertian Down Syndrome, mari kita ketahui dulu apa yang dimaksud dengan sindrom. Sindrom adalah kelompok karakteristik gejala atau fitur yang sering muncul dalam kombinasi satu sama lain. Istilah Down Syndrome ini diambil dari nama seorang dokter Inggris yang bernama John Langdon Down. Pada tahun 1866, Down  menemukan dan menjelaskan sekelompok orang yang memiliki pola-pola karakteristik yang konsisten. Sindrom Down merupakan suatu kondisi genetik yang menghasilkan beberapa tingkat ketidakmampuan belajar dan berbagai karakteristik fitur fisik.

Penyebab terjadinya sindrom Down, yaitu adanya kelainan genetik pada semua atau beberapa sel dalam tubuh. Tubuh manusia terdiri dari sel, dimana setiap sel mengandung inti yang di dalamnya menyimpan gen. Gen yang dikelompokan dalam struktur benang yang disebut kromosom. Orang dengan sindrom Down memiliki 47 kromosom (normalnya 46 kromosom). Kelainan genetik ini terjadi pada kromosom 21 yang jumlahnya menjadi tiga buah (normalnya dua buah kromosom).

Ada tiga tipe variasi genetik yang relevan pada sindrom Down, yaitu: trisomi 21, translokasi dan mosaik. Sekitar 94% orang dengan  jenis trisomi 21 di mana semua sel dalam tubuhnya memiliki kromosom 21 ekstra. Untuk jenis translokasi sekitar 4% orang, di mana kromosom 21 ekstra ditempelkan ke kromosom yang lain. Pada jenis mosaik sekitar 2% orang dengan kromosom 21 ekstra di beberapa sel.

Berdasarkan World Health Organization (WHO), terdapat 1 kejadian sindrom Down  per 1.000 kelahiran hingga 1 kejadian per 1.100 kelahiran di seluruh dunia. Setiap tahunnya, sekitar 3.000 hingga 5.000 anak lahir dengan kondisi ini. WHO memperkirakan ada 8 juta penderita sindrom Down di seluruh dunia. Di Indonesia, berdasarkan hasil dari Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan, pada tahun 2010 prevalensi sindrom Down sebesar 0,12 persen. Namun, nilai ini meningkat menjadi 0,13 persen pada 2013.

Orang dengan sindrom Down akan mudah dikenali dari bentuk wajahnya yang khas. Selain itu, adanya satu garis horisontal pada telapak tangan atau yang dikenal dengan istilah simian crease merupakan ciri lain dari sindrom Down. Ciri lainnya antara lain jarak yang berlebihan antara jempol kaki dan telunjuk kaki (excessive space between large and second toe), bentuk kuping yang abnormal (dysplastic ear) dan jari kelingking hanya memiliki satu sendi (dysplastic middle phalanx of the fifth finger).

 

Sumber :

 

(PSIBK, Maret 2019)

Resensi Wanita Pembawa Cahaya – Kisah Helen Keller

 

Judul                     : Wanita Pembawa Cahaya

Penulis                  : Yuliani Liputo

Penerbit                : PT. Mizan Pustaka

Tahun terbit         : 2009

Jumlah halaman : 127 halaman

 

Resensi

Hidup menghadapkan kita dengan segala macam rintangan. Keberhasilan melewatinya ditentukan oleh ketangguhan dan kesabaran. Namun, terkadang orang membutuhkan inspirasi untuk terus menghidupkan semangat juang. Oleh karena itu, dunia selalu membutuhkan sosok-sosok teladan yang membuktikan bahwa tak ada tantangan yang tak dapat luruh. Salah satu sosok luar biasa dan inspiratif itu adalah Helen Keller. Lahir tahun 1880, penyakit yang dideritanya pada usia 19 bulan membuatnya kehilangan penglihatan dan pendengaran. Kebutaan dan ketulian tak memadamkan semangat hidup dan keingintahuan Helen. Berkat jasa sang guru, Annie Sullivan, bakat dan kecerdasan Helen pun mekar tak terbendung oleh kekurangan yang dimiliki.

Dia menulis cerita pertamanya pada usia 12 tahun, dan merupakan penderita buta-tuli pertama yang meraih gelar B.A. Helen kemudian menjadi seorang pembicara dan penulis ternama, dan sebagai aktivis dia berkeliling dunia untuk menentang penindasan perempuan, perang, dan eksploitasi atas kelas pekerja. Sosok seperti Helen Keller dikenal dunia sebagai simbol keberanian menaklukkan kesulitan yang memuncak. Namun, dia lebih daripada sebuah simbol. Dia membaktikan hidupnya untuk menolong orang lain. Pencapaiannya merupakan hasil kerja samanya dengan seorang guru penyabar dan tangguh. Kisah kehidupan Helen Keller yang disajikan dalam buku ini dapat menjadi inspirasi siapa pun yang tak ingin tunduk oleh keterbatasan dirinya.

Sosok seperti Helen Keller dikenal dunia sebagai simbol keberanian menaklukkan kesulitan yang memuncak. Namun, dia lebih daripada sebuah simbol. Dia membaktikan hidupnya untuk menolong orang lain. Pencapaiannya merupakan hasil kerja samanya dengan seorang guru penyabar dan tangguh. Kisah kehidupan Helen Keller yang disajikan dalam buku ini dapat menjadi inspirasi siapa pun yang tak ingin tunduk oleh keterbatasan dirinya.

  1. Tema               : Pendidikan Karakter
  2. Latar Tempat  : Alabama, Cambridge, Boston, Kotlandia, Irlandia dan Inggris.
  3. Waktu             : Pagi – malam
  4. Suasana          : Menyenangkan, mengharukan dan menegangkan.
  5. Alur                 : Novel ini menggunakan alur maju mundur artinya dalam cerita terjadi flashback ke masa lalu dan kejadian yang akan datang.
  6. Gaya Bahasa : Menggunakan bahasa yang sangat mudah dimengerti oleh para pembacanya.

 

Kelebihan

Buku ini menampilkan kata-kata yang membuat kita terinspirasi untuk semangat menjalani kehidupan. Ditambah lagi penggunaan bahasa yang mudah dimengerti dan penempatan setting waktu dan tempat yang sangat detail. Menampillkan kata-kata motivasi dalam tiap halaman dan menampilkan kata-kata motivasi dari Helen Keller.

Kekurangan

Edisi yang dikeluarkan hanya hingga edisi pertama, sehingga orang yang membacanya merasa bosan dengan tampilan yang hampir tidak pernah ada perubahan dari segi kata maupun segi makna.

(PSIBK, Maret 2019)

BA(WA)YANG: Pantonim oleh Teman-Teman Difabel Yogyakarta

Jangan Lihat Aku dengan Matamu, Lihatlah Aku dengan Hatimu. Tema yang begitu mendalam terpancar dalam sebuah pertunjukan pantomime yang dikolaborasikan dengan seni bayangan. Diselenggarakan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pada tanggal 16 Februari 2019 pukul 15.00 dan 19.00 WIB, keberagaman menjadi gambaran yang sangat jelas disertai dengan rasa antusias. Para disabilitas antara lain autis, Tuli, netra, dan masih banyak lagi yang lainnya turut berbahagia menyaksikan pertunjukkan ini.

Teman-teman difabel yang memerankan pertunjukan ini telah membuat jalan cerita dengan begitu ciamik dan sarat akan makna. Dikisahkan di suatu tempat, ada ibu-ibu yang sedang hamil tua menunggu giliran melahirkan. Ketika hampir semua ibu-ibu yang menunggu kelahiran anaknya telah berhasil melahirkan, ada seorang ibu yang masih duduk terdiam sembari mengelus anaknya yang masih berada di perutnya. Cukup lama waktu yang diperlukannya untuk menunggu. Hingga tibalah saatnya seorang anak laki-laki dengan keterbatasan serta kelebihan yang dimilikinya pun lahir.

Rupa anak tersebut menjadi momok di lingkungannya. Anak laki-laki tersebut tidak hanya dijauhi oleh teman-teman sebayanya, namun juga masyarakat di sekitarnya. Hingga pada suatu hari, anak laki-laki itu bertemu dengan seorang anak perempuan yang tidak bisa melihat. Mereka menjalin persahabatan dengan baik. beberapa saat kemudian, desa tempat anak laki-laki diancam oleh kehadiran seekor monster yang bersiap memangsa penduduk desa setempat. Ketika anak perempuan yang tidak bisa melihat itu sedang berjalan, monster itu hampir memangsanya. Namun sahabatnya datang menyelamatkan nyawanya. Masyarakat pun akhirnya mengakui keberadaan anak laki-laki tersebut.

Seringkali manusia hanya sekedar melihat fisik saja tanpa mengenal lebih jauh kepribadian orang lain. Pertunjukkan ini mengajarkan kita untuk membuka mata hati kita lebih dalam untuk mengenal orang lain dengan baik.

(PSIBK, Maret 2019)

Resensi Super Anggita – Perjuangan Seorang Ibu Mendidik Anaknya yang Autis

Judul              : SUPER ANGGITA Perjuangan Seorang Ibu Mendidik Anaknya yang Autis

Pengarang     : Tri Sumarni

Penerbit         : Best Publisher

Tahun terbit  : 2017 – Cetakan pertama

Jumlah halaman : 166 halaman

 

Resensi

Mendidik anak autis bukanlah hal yang mudah dan tidak selayaknya dipandang sebelah mata. Kesabaran dan keteguhan hati menjadi kunci utama dalam menghadapi hidup sehari-hari. Anggita merupakan salah satu anak autis yang sangat bahagia karena memiliki ibu yang luar biasa hebat. Terlebih Anggita juga memiliki adik yang autis pula. Buku ini menceritakan perjuangan seorang ibu yang berjuang mendidik anak autis dengan kesabaran yang luar biasa.

Berawal dari kelahiran Anggita yang terbilang cukup lama berada di dalam kandungan ibunya, menjadi awal mula perjuangan penulis dalam mendidik anaknya. Hingga penulis melahirkan Diva, adik Anggita, yang juga didiagnosis autis.

Bagaimana perjuangan penulis dalam mendidik kedua anaknya yang autis? Bagaimana pula cara penulis dalam menanggapi setiap tantangan, tatapan dan pembicaraan orang di sekitarnya?

Kelebihan

Penulis menceritakan perjalanan hidupnya memiliki anak autis dengan bahasa yang ringan dan sangat mudah dipahami. Pembaca akan merasakan dan membayangkan bagaimana suka dan duka mendidik anak autis. Penulis juga menunjukkan ketegaran melalui kata-kata yang dirangkai serta dibumbui rasa humor yang tinggi. Hal ini membuat pembaca tidak akan merasa bosan ketika membaca buku ini. Buku ini juga dilengkapi dengan foto-foto keluarga penulis terutama Anggita, sehingga pembaca akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kehidupan penulis.

Kekurangan

Bahasa yang digunakan oleh penulis menggunakan bahasa yang tidak baku. Serta terdapat beberapa kalimat yang menggunakan bahasa Jawa. Sehingga untuk pembaca yang tidak mengerti bahasa Jawa, tentu harus mencari tahu maksud tersebut. Gambar yang ditampilkan dalam buku tidak berwarna serta cukup banyaknya kata pengantar di awal buku.

 

Sumber gambar :

https://www.library.usd.ac.id/

(PSIBK, Februari 2019)