Sejarah PSIBK

Sebuah pusat studi dapat berdiri dengan adanya dukungan dari berbagai pihak. Begitu juga dengan PSIBK sebagai pusat studi yang sudah berdiri selama hampir 1 dekade tentunya sudah melalui berbagai hal baik itu dukungan maupun tantangan.

Pada awal berdiri, PSIBK lahir dengan nama PSTR yang merupakan singkatan dari Pusat Studi Tuna Rungu pada tahun 2004. Founding Father sekaligus yang pertama kali mengepalai PSTR saat itu adalah Dr.Tarsisius Priyo Widiyanto M.Si. Beliau juga menjabat sebagai dekan Fakultas Psikologi. Tidaklah mudah bagi beliau saat pertama kali mendirikan pusat studi ini namun dengan semangat kasih dan dukungan dari para suster, beliau memberanikan diri untuk mempertahankannya.

PSIBK akhirnya resmi beroperasi dengan nama Pusat Individu Berkebutuhan Khusus sesuai dengan SK yang dikeluarkan pada tanggal 18 Juli 2009. Ibu Sylvia Carolina Maria Yuniati Murtisari M.Si. menjabat menjadi kepala PSIBK pertama semenjak pergantian nama Pusat Studi ini,  bersama dengan Steering Committee yang terdiri atas dosen-dosen dari berbagai program studi dan  para student staff yang disebut sebagai Cepries yang berasal dari mahasiswa lintas prodi, PSIBK semakin berkembang dan bertumbuh bersama hingga saat ini.

Setelah pergantian dari Ibu Sylivia, pada tahun 2018 dilakukannya regenerasi Kepala PSIBK, yang kemudian dikepalai oleh Ibu Laura Aptik Evanjeli, M.A yang secara resmi menjabat sebagai Kepala PSIBK. Regenerasi kepala PSIBK dilakukan pada tahun 2022, dan secara resmi diserahkan kepada Ibu Irine Kurniastuti, M.Psi.

Dari tahun ke tahun, PSIBK akan terus berusaha untuk meningkatkan mutu pelayanan, juga penelitian terkait disabilitas. Dengan ini diharapkan dengan berkembangnya PSIBK dengan bantuan para SC, juga Cepries, Universitas Sanata Dharma menjadi Universitas yang ramah disabilitas.