Berbicara mengenai Down Syndrome tentu bukanlah suatu hal yang baru bagi kita. Down Syndrome disebabkan oleh kelainan genetik pada semua atau beberapa sel dalam tubuh seseorang. Tubuh manusia terdiri dari sel, di mana setiap sel mengandung inti yang di dalamnya menyimpan gen. Gen yang dikelompokan dalam struktur benang yang disebut kromosom. Orang dengan sindrom Down memiliki 47 kromosom (normalnya 46 kromosom). Kelainan genetik ini terjadi pada kromosom 21 yang jumlahnya menjadi tiga buah (normalnya dua buah kromosom).
Pada ulasan kali ini, mari membahas terkait Working Memory pada anak dengan Down Syndrome. Penelitian terkait hal ini diteliti oleh Baddeley & Jarrod (2007) yang menemukan adanya hambatan terkait memori jangka pendek verbal yang benar terjadi pada individu dengan down syndrome. Working Memory adalah sistem dengan kapasitas yang terbatas untuk memelihara dan memanipulasi informasi yang menopang kapasitas untuk berpikir dan belajar yang kompleks.
Dalam arti lain, working memory merupakan memori yang menyimpan informasi tidak dengan jangka yang sangat panjang, dan working memory digunakan ketika mempelajari sesuatu, mengingat sebuah instruksi dan lainnya yang menjadi dasar keterampilan untuk mempelajari suatu hal. Contohnya, ketika di sekolah dan sedang belajar, kita menggunakan working memory untuk mengingat sebuah instruksi, memprioritaskan kegiatan kelas, dan lebih memperhatikan guru.
Working Memory dibagi menjadi dua, yaitu:
Keterampilan Verbal digunakan untuk mengingat sebuah instruksi, belajar bahasa, dan memahami bacaan. Memori verbal adalah keterampilan penting yang kita gunakan untuk mempelajari kata-kata baru, serta kompleksitas bahasa dan percakapan. Defisit di bidang ini terkait dengan penguasaan bahasa dan komunikasi yang buruk
Visual-spasial digunakan untuk keterampilan matematika dan mengingat urutan pola, gambar, dan lokasi.
Menurut Brock & Jarrold (2005), terkait memori jangka pendek pada individu dengan down syndrome, mereka menunjukkan bahwa individu dengan down syndrome cenderung terganggu dalam kemampuan merekonstruksi urutan angka secara verbal, namun individu dengan down syndrome mampu untuk melakukan penyusunan ulang urutan lokasi spasial.
Contohnya; Anak-anak dengan down syndrome cenderung mengalami kesulitan yang lebih besar dalam mengingat informasi verbal. Anak dengan down syndrome tidak melupakan kata-katanya saat berbicara, namun mereka akan salah dalam mengulangi kata-kata.
Namun ketika diminta untuk mengingat sebuah informasi, kinerja mereka lebih baik dengan memberikan jawaban dengan cara menunjuk, dibandingkan mereka harus memberikan tanggapan verbal.
Sehingga, dapat dikatakan bahwa Working Memory yang berkaitan dengan verbal pada anak down syndrome mungkin terganggu, namun kemampuan Visual-Spasialnya dapat dikatakan baik.
Sumber :
Baddeley, A., & Jarrold, C. (2007). Working memory and Down syndrome. Journal of Intellectual Disability Research, 51(12), 925-931.
Tracy P Alloway Ph.D. (2016, Mei, 10) Down Syndrome & Working Memory. Psychology Today
You must be logged in to post a comment.
About the author