
Judul : Kimi Ni Sasageru Emblem (An Emblem Dedicated to You)
Sutradara : Masaki Nishiura
Negara : Jepang
Penulis : Kazuku Kyoya (original story), Naoko Adachi (teleplay)
Produksi : Fuji Creative (FCC), Fuji Television Network
Durasi : 2jam 30 menit
Resensi
Film Kimi Ni Sasageru Emblem yang tayang pada 3 Januari 2017 ini diangkat dari kisah nyata. Film ini menceritakan kisah perjuangan seorang altet basket kursi roda (wheelchair basketball) yang mendorong para penontonnya untuk tidak takut akan keterbatasan dalam meraih mimpi.
Kazuya Takajo (diperankan oleh Sho Sakura) dulunya merupakan seorang pemain sepak bola nasional. Pada suatu hari Takajo berhasil masuk tim nasional, di hari yang sama juga untuk bertemu dengan anggota keluarga dari tunangannya. Miki Nakagawa (tunangan Takajo, diperankan oleh Masami Nagasawa) menunggu kedatangan Takajo dengan sabar, namun Takajo tidak kunjung datang. Keesokan harinya, Takajo mengalami kecelakaan yang menyebabkan kedua kakinya mengalami lumpuh sehingga dirinya tidak bisa bermain sepak bola lagi.
Menyadari kondisi fisiknya, Takajo menolak untuk tetap bertunangan dengan Nakagawa dan juga menolak melakukan rehabilitasi. Namun, setelah membaca buku harian Nakagawa yang terjatuh, Takajo memutuskan untuk mengikuti rehabilitasi dan menikahi Nakagawa. Dengan didukung oleh istirnya, Takajo pun berhasil masuk ke tim Wing (nama tim basket). Masalah mulai muncul saat keaktifan Takajo di tim basket membuat istri dan Ryosuke Takajo (anaknya) meninggalkan rumah. Begitu pula pada tim Wing, Takajo lupa kalau dalam bermain basket harus bekerja dalam tim. Tidak hanya itu, sahabat baik Takajo dalam tim Wing, Mukai Hiroto (diperankan oleh Ichihara Hayato) mulai menjauhi dirinya dan keluar dari tim basket.
Dalam kesendiriannya, Takajo belajar bahwa hidup itu tidak bisa sendiri. Dia membutuhkan orang lain. Akhirnya Takajo memutuskan untuk memperbaiki hubungan dengan istri dan anaknya. Takajo juga memperbaiki hubungan dengan Hiroto dan anggota tim basket yang lain. Di akhir cerita, Takajo bisa menjadi bagian dari tim basket kursi roda nasional.
Kekurangan
Kurangnya adengan yang memperlihatkan proses Takajo latihan dari nol hingga mahir menggunakan kursi roda saat bermain basket.
Kelebihan
Ada beberapa adengan yang memperlihatkan perjuangan Takajo saat rehabilitasi. Film ini mengajak penonton untuk berusaha dalam meraih mimpi, tetapi jangan sampai melupakan orang-orang disekitar. Selain itu. film ini tidak hanya berfokus pada sudut pandang Takajo tetapi juga melihat sudut pandang keadaan keluarga.
(PSIBK, April 2019)
write my paper
You must be logged in to post a comment.
About the author