(Yogyakarta, 24/09/22) – Pernahkah teman-teman bertanya, apa yang dirasakan teman Tuli yang kesehariannya dikelilingi oleh teman-teman Dengar? Pertanyaan ini terjawab ketika saya mengunjungi perayaan Hari Bahasa Isyarat Internasional di Jogja National Museum Bloc hari Sabtu, 24 September 2022.
Lebih dari 70 teman Tuli yang hadir di sini berkomunikasi dengan Bahasa Isyarat Yogyakarta. Ketika memasuki area JNM Bloc siang itu, saya merasakan suasana yang benar-benar baru. Sebagai seorang pemula dalam pembelajaran bahasa isyarat, saya hanya bisa mengerti sedikit dari percakapan teman-teman Tuli yang ada di sana. Untungnya, teman-teman Tuli sangatlah ramah dan pengertian. Mereka mau pelan-pelan mengajari saya supaya mengerti apa yang mereka katakan.

Peserta Hari Bahasa Internasional 2022 di JNM Bloc sedang mendengarkan pemaparan materi
Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2022 merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh DPD GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) DIY yang berkolaborasi dengan PUSBISINDO (Pusat Bahasa Isyarat Indonesia) cabang DIY. Acara ini juga dihadiri oleh beberapa tamu undangan seperti perwakilan dari Gubernur DIY, Pusat Rehabilitasi Yakkum, dan PSIBK sendiri.
Acara inti diawali dengan pemaparan materi dari Kak Muhammad Diki Prasetyo, Ketua DPD Gerkatin DIY, tentang arti dan perwujudan inklusivitas. Pada sesi ini, Kak Diki menjelaskan bahwa inklusivitas terhadap teman-teman Tuli sangatlah berkaitan erat dengan pemenuhan aksesibilitas mereka di lingkungan sosial, terutama di bidang pendidikan dan informasi. Memang, sudah banyak sekolah di Yogyakarta yang mulai sadar akan pentingnya menyediakan kesempatan bagi teman-teman Tuli untuk mengikuti pembelajaran.
Namun, hal tersebut saja tidak cukup untuk mendapatkan gelar “sekolah inklusif”. Bahkan, seharusnya gelar tidaklah dijadikan sebagai motivasi utama sekolah ketika memberikan akses pendidikan kepada teman-teman Tuli. Institusi pendidikan yang menerima teman-teman Tuli seharusnya juga sudah siap untuk memfasilitasi mereka demi pengalaman pendidikan yang sama, dengan cara menyediakan typist atau juru bahasa isyarat.
Setelah membahas tentang inklusivitas, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Koordinator PUSBISINDO DIY, yaitu Kak Guruh Hizbullah Alim. Melanjutkan sesi Kak Diki, Kak Alim menjelaskan tentang pentingnya penggunaan bahasa isyarat demi mewujudkan inklusivitas bagi teman-teman Tuli.
“Bahasa isyarat itu fungsinya supaya bisa saling berkomunikasi antara Dengar dan Tuli,” terjemah juru bahasa isyarat (JBI) Kak Alim sore itu. Beliau menekankan bahwa komunikasi inilah yang nantinya memungkinkan teman-teman Tuli untuk memperoleh akses informasi yang sama dengan teman-teman Dengar sehingga kesetaraan dan inklusivitas juga dapat diwujudkan.

Penampilan Pantonim yang dibawakan oleh teman-teman Komunitas Ba(WA)yang
Selain pemaparan materi, perayaan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2022 juga dilengkapi oleh kegiatan dan pertunjukan yang menarik dari teman-teman Tuli. Ada pertunjukan dari Yoga Ketawa Indonesia yang mengundang tawa semua penjunjung JNM Bloc, penampilan puisi Bahasa Isyarat oleh Niken, dan juga penampilan penutup di malam harinya berupa pantonim oleh Ba(WA)yang.
Di area pohon beringin, juga tersedia bazaar yang dapat dikunjungi oleh pengunjung. Salah satu stand bazaar tersebut adalah stand PUSBISINDO DIY, di mana para pengunjung diajak untuk belajar materi dasar bahasa isyarat Yogyakarta tanpa dipungut biaya apapun.

Teman-teman PUSBISINDO, PRM Yakkum, dan PSIBK berfoto bersama di akhir acara HBII 2022
Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2022 merupakan pengalaman yang seru dan tak terlupakan. Saya berkenalan dengan teman-teman baru baik Tuli maupun Dengar, dan belajar banyak dari pengalaman-pengalaman mereka mengenai bahasa isyarat. Saya pun akhirnya juga punya kesempatan untuk bertemu langsung dengan guru bahasa isyarat saya. Sebelumnya, kami hanya bisa berinteraksi melalui kelas online di zoom. Saya harap tahun depan perayaan Hari Bahasa Isyarat Internasional dapat diadakan lagi dengan lebih meriah. Sampai jumpa!
Penulis: Agnes Seraphine
Minggu, 13 November 2022
You must be logged in to post a comment.
About the author