Karya Tulis,  Podjok Merenung

What If I Tried?

Pernahkah Anda mendapat sebuah kesempatan, tetapi yang pertama muncul justru rasa takut? Sebuah tawaran yang sebenarnya menarik dapat membuat kita mulai memikirkan berbagai kemungkinan buruk, seperti bagaimana jika gagal, ditolak, atau ternyata tidak mampu menjalaninya? Bahkan sebelum mengambil langkah, pikiran kita sudah lebih dahulu menciptakan banyak alasan untuk mundur.

Sering kali, kita terlalu sibuk memikirkan sesuatu yang belum terjadi sehingga lupa bahwa kita sedang melewatkan kesempatan yang ada di depan mata. Kita ingin mengetahui hasilnya terlebih dahulu sebelum berani mencoba. Kita ingin memastikan bahwa keputusan yang diambil tidak akan membawa kegagalan atau penyesalan. Padahal, tidak semua hal dalam hidup dapat diketahui jawabannya sebelum kita menjalaninya.

Ketakutan tersebut juga dapat membuat hal yang sebenarnya sederhana terasa begitu besar. Kita memikirkan satu kemungkinan, kemudian muncul kemungkinan lain, hingga pikiran terus berputar tanpa menemukan kepastian. Pada akhirnya, kita merasa lebih aman untuk tidak mencoba sama sekali. Namun, keputusan untuk tidak mencoba juga memiliki konsekuensi: kita mungkin tidak pernah tahu apa yang sebenarnya bisa terjadi.

Dalam Should We All Just Stop Trying?, Paresky (2026) menjelaskan bahwa niat untuk melakukan sesuatu tidak selalu cukup apabila tidak diikuti dengan tindakan. Ketika kita terus berada dalam tahap ingin mencoba tetapi tidak benar-benar melangkah, kita akan tetap terjebak dalam berbagai pikiran tentang apa yang mungkin terjadi. Sebaliknya, mengambil tindakan memberikan pengalaman nyata yang dapat membantu kita memahami situasi dan diri sendiri dengan lebih baik (Paresky, 2026).

Karena itu, mencoba tidak selalu harus dipahami sebagai usaha untuk mendapatkan keberhasilan. Terkadang, mencoba adalah cara untuk memperoleh jawaban dari sesuatu yang sebelumnya hanya menjadi pertanyaan. Ketika kita mendaftar, kita mengetahui apakah kita diterima atau tidak. Ketika kita mengambil sebuah kesempatan, kita dapat mengetahui kemampuan, batas, dan hal-hal baru yang mungkin belum pernah kita temukan dalam diri sendiri.

Begitu pula dengan penolakan. Ditolak tentu dapat terasa mengecewakan, tetapi penolakan tidak selalu berarti bahwa kita tidak cukup baik. Penolakan memberi kita informasi bahwa kesempatan tersebut belum menjadi bagian dari perjalanan kita. Bisa jadi, dari sana terdapat jalan lain yang justru lebih sesuai dengan diri dan kebutuhan kita.

Saya sendiri pernah berada dalam situasi ketika sebuah kesempatan datang dan saya sempat ragu untuk menerimanya. Ada banyak kekhawatiran yang muncul sebelum saya memutuskan untuk mencoba, mulai dari takut tidak mampu hingga takut melakukan kesalahan. Namun, jika saat itu saya memilih untuk mundur karena rasa takut, mungkin saya tidak akan pernah tahu bahwa ternyata saya mampu bertahan dan berkembang sejauh ini.

Pengalaman tersebut membuat saya sadar bahwa rasa takut sebelum mencoba terkadang terasa jauh lebih besar daripada kenyataan yang nantinya akan dihadapi setelah menjalaninya. Bukan berarti semuanya kemudian berjalan dengan mudah atau selalu sesuai harapan. Ada kesalahan, ada kesulitan, dan ada hal-hal yang harus dipelajari sepanjang prosesnya. Namun, semua itu menjadi pengalaman yang tidak akan saya miliki jika saya tidak pernah mengambil langkah pertama.

Mungkin selama ini kita mengira bahwa keberanian berarti tidak merasa takut. Padahal, keberanian dapat berarti tetap mengambil langkah meskipun rasa takut masih ada. Kita tidak harus yakin bahwa semuanya akan berhasil untuk mulai mencoba. Kita hanya perlu memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk mengetahui apa yang mungkin terjadi.

Tentu, mencoba bukan berarti kita harus menerima setiap kesempatan yang datang. Kita tetap boleh mempertimbangkan kemampuan, kondisi, batas diri, serta apakah kesempatan tersebut sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tidak mengambil sebuah kesempatan juga dapat menjadi keputusan yang tepat ketika dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Yang perlu kita hindari adalah membiarkan ketakutan menjadi satu-satunya hal yang mengambil alih keputusan kita.

Kita memang tidak dapat mengendalikan apakah orang lain akan menerima kita atau apakah usaha kita akan berhasil. Namun, kita masih dapat memilih untuk mengambil langkah dan belajar dari apa pun hasilnya. Ketika kita mencoba, kita memiliki pengalaman untuk dijadikan bahan belajar. Ketika kita ditolak, kita mendapatkan informasi untuk menentukan langkah berikutnya. Dengan begitu, hasil yang tidak sesuai harapan pun tidak selalu menjadi akhir dari perjalanan. Terkadang, yang lebih perlu kita takuti bukanlah penolakan setelah mencoba, melainkan penyesalan karena tidak pernah memberi diri sendiri kesempatan untuk mencoba.

Mungkin suatu hari kita akan gagal atau mendapatkan jawaban yang tidak kita inginkan. Namun, setidaknya kita tidak lagi harus terus bertanya, “Bagaimana kalau waktu itu saya mencoba?” Sebab kita sudah mengetahui jawabannya melalui pengalaman, bukan sekadar membayangkannya di dalam pikiran. Dari pengalaman itulah kita dapat belajar mengenali diri, memperbaiki langkah, dan menentukan ke mana kita ingin melanjutkan perjalanan.

Pada akhirnya, hidup tidak selalu memberikan kepastian sebelum kita melangkah. Ada jalan yang baru terlihat setelah kita berani berjalan, dan ada kemampuan yang baru kita sadari setelah mendapatkan kesempatan untuk menggunakannya. Jadi, ketika kesempatan berikutnya datang, mungkin kita tidak perlu menunggu sampai rasa takut benar-benar hilang. Bawalah rasa takut itu bersama kita, pertimbangkan dengan baik, lalu jika memang sesuai, beranilah mengambil langkah.

Jangan takut mencoba hanya karena kita tidak tahu hasilnya. Barangkali, jalan yang kita cari justru baru terbuka setelah kita berani melangkah.

 

 

Penulis

Theresia Karina Satya Pramesti (Asisten P2TKP Angkatan 2025)

 

Penyunting

Agnis Puspa Handayani (Asisten P2TKP Angkatan 2026)

Natasha Albertine (Asisten P2TKP Angkatan 2025)

 

Daftar Acuan

Paresky, P. B. (2026, January 28). Should we all just stop trying? Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/happiness-and-the-pursuit-of-leadership/202601/should-we-all-just-stop-trying 

 

Sumber Gambar

Jordan, B. (2021, May 12). Brown wooden blocks on white surface [Photograph]. Unsplash.