LAYANAN KAMI

TESTING

Menyediakan layanan psikotes untuk berbagai jenis instansi dengan beragam tujuan, antara lain:

  • Perusahaan: seleksi, promosi, pengangkatan pegawai tetap, dsb;
  • Pendidikan: penerimaan siswa baru, penjurusan, pengarahan jurusan kuliah, minat & bakat, kepribadian, dsb;
  • Tes klasikal dan individual;
  • Pengetesan di dalam dan luar DIY.

Klik untuk daftar psikotes.

KONSELING

Layanan bagi Anda yang membutuhkan bantuan dalam menyelesaikan permasalahan maupun memerlukan konsultasi psikologis, antara lain:

  • Konseling: bantuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah;
  • Asesmen: penggalian kebutuhan psikologis dengan alat tes psikologi;
  • Konsultasi: pertukaran pikiran untuk mendapatkan solusi.

Klik untuk daftar konseling.

TRAINING

Kami melayani berbagai jenis training untuk pelatihan dan pengembangan bagi sekolah, organisasi, perusahaan, instansi pemerintahan, dan universitas. Jenis team building, fun games, seminar, workshop, motivation training, dan lain sebagainya.

P2TKP memberikan fasilitas seperti psikotes, konseling, merchandise, modul training, P3K, outbond, sertifikat, dokumentasi, hingga asuransi yang dapat didiskusikan bersama.

Klik untuk daftar training.

ULASAN, ARTIKEL, RENUNGAN

Jalan Yang Jauh, Jangan Lupa Bahagia

Terkadang hidup terasa seperti sebuah perlombaan panjang yang tidak akan pernah benar-benar selesai. Kita akan selalu berusaha menjadi versi terbaik diri kita sendiri, seperti mendapat nilai yang baik, mampu membanggakan keluarga, menjadi pribadi yang kuat, selalu berbuat baik, dan selalu terlihat “baik-baik saja.” Tanpa disadari banyak dari kita tumbuh dengan keyakinan bahwa diri ini hanya layak dicintai ketika berhasil memenuhi harapan orang lain. Ketika kita gagal akan muncul rasa kecewa, malu, bahkan tidak cukup berharga. Inilah yang ada dalam pandangan Carl Rogers yang disebut sebagai conditions of worth, yaitu kondisi seseorang merasa dirinya hanya berharga apabila memenuhi standar tertentu dari orang-orang di sekitarnya (Rogers, 1959). 

Menyoal Dampak Diagnosis Gangguan Mental

“Within society, there is insult, discredit…They insult me. I am called “crazy,” or “former crazy people.” Yes, I have been insulted. It is from friends and the community too. I cannot do anything. I am sad and ashamed, my heart cries without tears. I hope that God helps me… (Participant 4)” (Subu et al. 2022). World Health Organization (2025) mengklaim bahwa lebih dari satu miliar orang di dunia hidup dengan gangguan kesehatan mental, dengan kecemasan dan depresi sebagai gangguan mental yang paling banyak dialami. Hal tersebut juga sejalan dengan data di Indonesia. Kemenkes (2023) menyatakan bahwa 2% masyarakat Indonesia memiliki masalah kesehatan jiwa. Melalui program Cek Kesehatan Gratis (CGK), Kemenkes (2026) menunjukkan bahwa sebanyak 338.000 anak memiliki gejala kecemasan dan 363.000 anak menunjukkan gejala depresi.

To Be Loved is To Be Heard

Pernahkah kamu berada pada suatu hari ketika begitu banyak hal terjadi, tetapi rasanya tidak ada tempat untuk bercerita? Ada rasa takut, cemas, dan khawatir akan dianggap berlebihan, sehingga pada akhirnya memilih untuk memendam semuanya sendiri.  Mungkin sebagian orang akan mengatakan “Cukup diceritakan saja, kan?”, tapi ketakutan itu memang nyata adanya. Alih-alih merasa didengarkan dan lega, kekhawatiran akan penilaian yang membuat kita merasa bersalah atau dihakimi sering kali menjadi alasan untuk lebih berhati-hati dalam membuka diri. Setiap kali ingin bercerita, pertanyaan tentang “Apakah aku akan dianggap berlebihan? Apakah mereka dapat menerima ceritaku? Apakah aku justru akan membebani orang lain?”, selalu berputar dalam pikiran. Aku pun pernah mengalami hal yang sama. Aku belajar terlihat baik-baik saja. Dengan jawaban andalan menjawab “Aku tidak apa-apa”, meskipun isi kepala penuh dan hati terasa sesak. Bukan karena tidak membutuhkan teman, tetapi karena ada ketakutan bahwa kejujuran justru akan membuatku merasa lebih sendirian.

KLIEN KAMI