Tingkatkan Kualitas Penjaminan Mutu, LPM STIKES Bethesda Yakkum Belajar Praktik Baik ke LPMAI USD

Yogyakarta, 27 Oktober 2026 — Dalam upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STIKES Bethesda Yakkum melaksanakan kunjungan studi banding ke Lembaga Penjaminan Mutu dan Audit Internal (LPMAI) Universitas Sanata Dharma (USD). Kunjungan ini berlangsung pada hari Selasa, 27 Oktober 2026, bertempat di Ruang Rapat 1 Pascasarjana USD.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Ketua STIKES Bethesda Yakkum, Ibu Vivi Retno Intening, S.Kep., Ns., MAN., Ph.D.NS., beserta Ketua LPM, Ibu Chatarina Hatri Istiarini, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB., Ph.D.NS., dan jajaran tim LPM STIKES Bethesda Yakkum. Rombongan disambut hangat oleh Ketua LPMAI USD, Ibu Dr. apt. Yustina Sri Hartini, beserta jajaran tim LPMAI.

Studi banding ini menjadi sarana strategis bagi kedua institusi untuk bertukar pengalaman dan berbagi praktik baik (best practices). Secara khusus, tim LPM STIKES Bethesda Yakkum bertujuan untuk mempelajari kebijakan, struktur organisasi, dan tata kelola penjaminan mutu yang selama ini diimplementasikan di USD. Fokus pembelajaran mencakup praktik penyusunan, penerapan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan (PPEPP) standar mutu, hingga pengelolaan dokumen pendukung.

Acara diawali dengan sambutan dan perkenalan dari masing-masing lembaga, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mendalam mengenai sistem penjaminan mutu di USD. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab mewarnai jalannya pertemuan. Beberapa pokok bahasan utama yang dibedah meliputi mekanisme pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), strategi persiapan akreditasi, hingga pemanfaatan sistem informasi untuk mendukung dokumentasi dan pelaporan secara efektif. Selain itu, kedua belah pihak juga berdiskusi mengenai strategi peningkatan budaya mutu dan keterlibatan seluruh unit kerja dalam proses tersebut.

Dari kunjungan ini, LPM STIKES Bethesda Yakkum berhasil mengidentifikasi kesenjangan (gap) antara praktik penjaminan mutu di institusinya dengan yang berjalan di USD. Sebagai hasil konkretnya, tim menyusun rekomendasi dan rencana tindak lanjut peningkatan mutu yang dilengkapi dengan target waktu serta penanggung jawab yang akan diterapkan di STIKES Bethesda Yakkum.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi tim LPM STIKES Bethesda Yakkum, khususnya dalam pengelolaan AMI, RTM, serta tindak lanjut hasil evaluasi. Hasil diskusi dan pertukaran pengalaman ini akan menjadi bahan evaluasi penting dalam pembentukan budaya mutu yang berkelanjutan. Ke depannya, kedua institusi berharap dapat terus menjalin komunikasi yang baik dan bersinergi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) LPMAI Universitas Sanata Dharma 2026: Fokus pada Peningkatan Tata Kelola dan Kapasitas SDM

Yogyakarta, 28 Oktober 2026 — Lembaga Penjaminan Mutu dan Audit Internal (LPMAI) Universitas Sanata Dharma (USD) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan mutu tata kelola institusi melalui pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI). Pada tahun 2026, untuk pertama kalinya, AMI juga dilaksanakan terhadap LPMAI sebagai upaya untuk memastikan pelaksanaan penjaminan mutu berjalan secara berkelanjutan, objektif, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertempat di Ruang Rapat Rektorat USD, mulai pukul 08.00 WIB, dengan dipandu oleh dua auditor internal universitas, yakni Prof. Ir. Sudi Mungkasi, Ph.D. dan Ibu Maria Dwi Budi Jumpowati, S.Si.

Kegiatan AMI kali ini menitikberatkan pada evaluasi tata kelola LPMAI, mulai dari konsistensi perencanaan kerja, monitoring kinerja, hingga selarasnya sasaran terukur lembaga dengan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) Universitas. Dalam pelaksanaannya, proses audit berjalan interaktif dan menghasilkan berbagai masukan konstruktif untuk perbaikan tata kelola penjaminan mutu kedepannya.

Tim auditor memberikan apresiasi secara khusus terhadap penyusunan dokumen mitigasi risiko yang telah dilakukan oleh LPMAI, yang utamanya menyoroti upaya menjaga status akreditasi universitas dan program studi. Sebagai tindak lanjut dari apresiasi tersebut, auditor merekomendasikan adanya fasilitasi dan sosialisasi mitigasi risiko agar seluruh civitas academica USD semakin sadar dan terinformasi  mengenai budaya mutu dan pengelolaan risiko. Rencananya, sosialisasi ini akan diintegrasikan dalam forum-forum strategis seperti Hari Studi Pejabat atau Hari Studi Dosen pada tahun 2027 mendatang.

Ke depannya, hasil evaluasi AMI ini diharapkan dapat menjadi fondasi motivasi bagi LPMAI untuk terus mengembangkan kualitas layanannya. Memasuki program kerja tahun depan, LPMAI merencanakan langkah strategis untuk memberdayakan Tim Penjaminan Mutu (TPM) di setiap unit agar praktik-praktik baik (good practices) yang  menjadi kekhasan di masing-masing unit dapat dioptimalkan.

Rangkaian kegiatan penjaminan mutu dan tindak lanjut dari AMI ini akan dilaporkan dan dibahas lebih lanjut pada Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) tingkat Universitas yang dijadwalkan akan digelar pada 11 Desember 2026 mendatang. Pencapaian dan perbaikan yang berkesinambungan ini menjadi bagian dari komitmen nyata Universitas Sanata Dharma dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu.

LPMAI Gelar AMI 2026 di Seluruh Fakultas dan Unit Nonakademik, Pastikan Standar Mutu Terjaga

 

Yogyakarta – Lembaga Penjaminan Mutu dan Audit Internal (LPMAI) Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) 2026, mencakup bidang akademik maupun nonakademik. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan di lingkungan universitas.

Sesuai timeline, pelaksanaan AMI diawali dengan sosialisasi Program AMI 2026 pada 13 Agustus 2026 kepada Koordinator Tim Penjaminan Mutu Fakultas (UPPS). Sosialisasi ini membekali seluruh pihak yang terlibat dengan pemahaman mengenai mekanisme, tahapan, dan target audit tahun ini. Lalu, pada tanggal 28 Agustus 2026, LPMAI memberikan pengarahan/briefing kepada seluruh auditee dan auditor yang akan terlibat dalam rangkaian kegiatan AMI 2026. Tahap berikutnya adalah pengisian data kinerja oleh auditee pada 28 Agustus – 11 September 2026. Data tersebut menjadi bahan utama bagi tim auditor dalam menilai capaian mutu di masing-masing unit. 

Setelah data terkumpul, auditor internal melaksanakan Audit Kecukupan pada 12 hingga 28 September 2026. Pada tahap ini, auditor menelaah kelengkapan dan kesesuaian dokumen serta data kinerja yang telah disampaikan auditee. Rangkaian AMI dilanjutkan dengan Audit Lapangan (AL). Untuk AL Nonakademik diselenggarakan pada 17 – 29 September 2026, sementara untuk AL Akademik diselenggarakan pada 5 – 16 Oktober 2026. Pada tahap ini, Auditor melakukan verifikasi langsung dan menggali informasi melalui dialog dengan auditee untuk memastikan hasil telaah dokumen sesuai dengan kondisi di lapangan.

Pelaksanaan AMI 2026 memiliki tiga tujuan utama, yaitu memastikan kesesuaian pelaksanaan standar mutu Fakultas, Program Studi, dan unit lain di Fakultas (UPPS) periode 2025/2026, memastikan kelancaran pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Fakultas, serta memetakan peluang peningkatan mutu Fakultas, Program Studi, dan unit lain di Fakultas (UPPS).

Pada tahun ini, AMI menyasar dua kelompok unit. AMI Akademik dilaksanakan di 9 fakultas: Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Fakultas Farmasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Psikologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Sastra, Fakultas Teologi, Fakultas Vokasi, dan Program Pascasarjana. Untuk AMI nonakademik, audit mencakup 29 unit yang terdiri dari sekretariat prodi/fakultas, biro-biro, serta lembaga di USD. Adapun standar yang diaudit meliputi tata kelola, pelayanan, keuangan, serta standar lainnya yang relevan dengan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi. Seluruh proses audit ini dijalankan oleh 54 auditor internal akademik dan 11 auditor internal nonakademik yang terlibat dalam pelaksanaan AMI 2026.

Secara umum, seluruh tahapan pelaksanaan AMI 2026 berjalan lancar, mulai dari sosialisasi, pengisian data kinerja, audit kecukupan, hingga audit lapangan. Atas kelancaran tersebut, LPMAI menyampaikan terima kasih kepada seluruh auditor dan auditee, serta pihak-pihak yang terlibat atas kerja sama yang sangat baik selama proses audit. Apresiasi juga disampaikan kepada UPPS atas dukungan yang diberikan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana.

Melalui AMI 2026, LPMAI berharap budaya mutu di lingkungan Universitas Sanata Dharma semakin kuat, sehingga hasil AMI dapat menjadi dasar perbaikan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Badan Penjamin Mutu Universitas Flores Lakukan Benchmarking Penjaminan Mutu ke LPMAI Universitas Sanata Dharma

Badan Penjamin Mutu Universitas Flores Lakukan Benchmarking Penjaminan Mutu ke LPMAI Universitas Sanata Dharma

Universitas Sanata Dharma (USD) menerima kunjungan benchmarking dari Badan Penjamin Mutu (BPM) Universitas Flores pada Senin, 14 September 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Diskusi Laboratorium Farmakognosi Fitokimia, Lantai 3 Gedung Laboratorium Farmasi, Kampus III USD, Paingan, Yogyakarta, ini menjadi momentum untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengembangan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat permohonan benchmarking BPM Universitas Flores kepada Lembaga Penjaminan Mutu dan Audit Internal (LPMAI) USD. Universitas Sanata Dharma menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun jejaring dan kolaborasi antarlembaga perguruan tinggi dalam memperkuat budaya mutu.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. apt. Yustina Sri Hartini selaku Ketua LPMAI Universitas Sanata Dharma hadir dan menyampaikan paparan. Sementara itu, dari Universitas Flores hadir Kepala Badan Penjamin Mutu Universitas Flores, Murdaningsih, S.P., M.P., bersama jajarannya, yakni Natalia Peni, M.Pd.; Anastasia Mude, M.Pd.; Adrianus Nasar, S.Pd., M.Pd.; dan Maimunah H. Daud, S.Si., M.Pd.Si. Lembaga Penjaminan Mutu dan Audit Internal USD memaparkan dinamika di USD terkait pengajuan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di USD. Melalui forum ini, BPM Universitas Flores belajar tentang berbagai pengalaman, pendekatan, serta praktik yang telah dikembangkan USD dalam mendukung pelaksanaan penjaminan mutu internal serta SPMI berbasis risiko. Pelaksanaan Audit Mutu Internal di USD menjadi topik yang dicermati secara detail oleh BPM Universitas Flores.

Benchmarking tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan untuk melihat atau membandingkan sistem yang diterapkan oleh institusi lain, tetapi juga sebagai proses pembelajaran bersama. Pengalaman dan praktik baik yang dibagikan diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi masing-masing institusi untuk mengidentifikasi hal-hal yang dapat dikembangkan sesuai dengan konteks, kebutuhan, dan karakteristik kelembagaan masing-masing.

Bagi Universitas Sanata Dharma, kunjungan BPM Universitas Flores menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan penjaminan mutu dan audit internal, sekaligus memperoleh perspektif baru dari institusi mitra. Sementara itu, bagi Universitas Flores, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan referensi dan inspirasi dalam penguatan sistem penjaminan mutu serta pengembangan kelembagaan.

Pertukaran pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya mutu yang tidak berhenti pada pemenuhan dokumen dan regulasi, tetapi terus berkembang melalui proses evaluasi, pembelajaran, perbaikan, dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan benchmarking ini, Universitas Sanata Dharma dan Universitas Flores menunjukkan komitmen bersama bahwa peningkatan mutu pendidikan tinggi membutuhkan keterbukaan untuk belajar, berbagi praktik baik, dan membangun jejaring antarinstitusi. Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi dalam memperkuat tata kelola dan sistem penjaminan mutu serta pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia.

 

BRIEFING PERSIAPAN AMI AKADEMIK 2026 UNTUK AUDITEE (PS & UPPS) DAN AUDITOR

BRIEFING PERSIAPAN AMI AKADEMIK 2026 UNTUK AUDITEE (PS & UPPS) DAN AUDITOR

Jumat, 28 Agustus 2026, telah dilaksanakan kegiatan Briefing Persiapan AMI Akademik 2026 untuk Auditee (PS & UPPS) dan Auditor bertempat di Ruang Kadarman, Kampus II Universitas Sanata Dharma. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Akademik 2026.
Kegiatan briefing dilaksanakan dalam dua sesi dengan peserta dan materi yang disesuaikan dengan peran masing-masing dalam pelaksanaan AMI Akademik 2026.

 

 

 

 

 

 

 

Sesi 1: Briefing untuk Auditee (PS & UPPS)

Sesi pertama ditujukan bagi auditee, dengan peserta yang terdiri atas Koordinator TPM UPPS dan para Kepala Program Studi (Kaprodi). Sesi ini bertujuan memberikan pemahaman dan pembekalan kepada Program Studi (PS) dan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dalam mempersiapkan pelaksanaan AMI Akademik 2026. Pada sesi ini, Dr. apt. Yustina Sri Hartini menyampaikan sosialisasi mengenai Program AMI 2026. Selanjutnya, Yuseva Ariyani Iswandari, Ph.D. memberikan pemaparan mengenai Teknis AMI 2026, sedangkan Yohanes Sugiatno, S.Si., MM. menyampaikan materi mengenai Aplikasi AMI UPPS 2026.

Melalui sesi ini, para auditee memperoleh pembekalan mengenai program, teknis pelaksanaan, serta penggunaan aplikasi AMI UPPS dan SI SPMI sebagai bagian dari persiapan menghadapi pelaksanaan AMI Akademik 2026.

Sesi 2: Briefing untuk Auditor

Sesi kedua ditujukan bagi Auditor Internal Akademik. Sesi ini dilaksanakan untuk memberikan pembekalan dan penyegaran kepada auditor sebagai persiapan dalam melaksanakan AMI Akademik 2026. Pada sesi ini, Dr. apt. Yustina Sri Hartini menyampaikan sosialisasi mengenai Program AMI 2026. Selanjutnya, Ir. Ignatius Aris Dwiatmoko, M.Sc. memberikan pemaparan mengenai manajemen berbasis risiko, AMI berjenjang, dan penyegaran auditor. Sementara itu, Yuseva Ariyani Iswandari, Ph.D. dan Yohanes Sugiatno, S.Si., MM. menyampaikan materi mengenai Teknis Pelaksanaan AMI 2026.

Melalui sesi kedua, para auditor memperoleh pembekalan terkait program AMI 2026, manajemen berbasis risiko, audit berjenjang, penyegaran auditor, serta teknis pelaksanaan AMI Akademik 2026.

Secara keseluruhan, kegiatan Briefing Persiapan AMI Akademik 2026 untuk Auditee (PS & UPPS) dan Auditor terlaksana dengan baik. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan auditee dan auditor sesuai dengan peran masing-masing, sehingga pelaksanaan AMI Akademik 2026 dapat berjalan secara sistematis dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.