
Kali ini PSIBK diundang dalam sebuah acara rutin yang digelar oleh English Extension Club (EEC) universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Acara ini bertujuan untuk berbagi pengalaman sekaligus saling bertukar pikiran perihal dunia disabilitas. Acara yang berlangsung di area pendopo PGSD Kampus 2 Mrican pada 31 Maret 2019 ini mengangkat tema “We can do it too”. Sasaran dari rangkaian acara yang digelar oleh EEC ini adalah kepada khalayak umum khususnya generasi muda. Melalui kegiatan ini peserta diajak untuk melihat dan memaknai lebih dalam tentang bagaimana proses dan keterlibatan sesama kita bagi saudara-saudara yang memerlukan kehadiran kita ditengah-tengah mereka. Ibu Laura Aptik Evanjeli selaku ketua PSIBK memberikan gambaran besar mengenai dunia disabilitas yang terdapat di lingkungan kampus USD. Turut hadir dalam acara ini beberapa staff PSIBK yang ikut berpartisipasi membagi pengalamannya selama menjadi bagian dari PSIBK seperti saat melakukan pendampingan maupun pengalaman saat berdinamika dengan teman-teman difabel.
Acara yang berlangsung dari pukul 11.00 – 14.00 WIB ini berlangsung dengan baik dengan menu diskusi diselingi dengan permainan yang melibatkan seluruh peserta. Permainan ini dibuka dengan sesi perkenalan singkat menggunkan bahasa Inggris antar peserta secara bergantian untuk saling mengakrabkan dan saling berbagi. Kemudian, peserta dibagi menjadi dua kelompok besar tanpa memandang suku dan budaya. Permainan komunikata ini mengharuskan peserta saling memberikan pesan yang didapat dari kalimat yang diucapkan oleh orang pertama yang mendapat pesan. Dalam permainan ini terdapat peserta yang memiliki ranjau huruf yang diperolehnya, dan jika peserta tersebut mendapat salah satu huruf maka dalam pengucapan kalimat yang ingin dia sampaikan harus menghilangkan atau menyamarkan huruf yang terdapat dalam kalimat sesuai dengan ranjau huruf yang diperoleh masing-masing peserta. Permainan yang sarat akan makna ini mengajarkan banyak hal seperti bagaimana memahami apa yang diutarakan orang lain, menyampaikan pesan dengan baik meskipun terdapat rintangan, serta bagaimana berkolaborasi antar teman dengan baik.

Usai permainan berakhir, peserta diberi waktu istirahat kurang lebih 15 menit untuk mempersiapkan diri mengikuti diskusi bersama team PSIBK. Diskusi ini dibuka dengan sharing yang di buka oleh kepala PSIBK disusul rekan-rekan staf PSIBK yang juga memaparkan akun-akun media sosial dan berbagai kegiatan rutin PSIBK. Penayangan salah satu video mengenai disabilitas turut menjadi bahan diskusi yang menggali pengalaman dan rasa ingin tahu dari para peserta diskusi yang hadir. Berbagai pertanyaan serta masukan menjadi lengkap dalam sesi ini mengenai disabilitas di Indonesia dan di luar negeri yang menjadi tolak ukur untuk melihat perkembangan disabilitas di ranah umum. Akhir dari diskusi ini mencoba untuk mengajak kita semua untuk turut bergerak menyuarakan suara teman-teman difabel. Hendaknya teman-teman difabel menjadi bagian penting yang harusnya diperhatikan semua pihak, terutama pemerintah dalam penyediaan akses disabilitas untuk fasilitas umum sehingga mempermudah akses mereka dimanapun berada. Acara ini ditutup dengan penyerahan penghargaan oleh kepala EEC kepada kepala PSIBK beserta staff dan diakhiri dengan foto bersama oleh seluruh peserta.
(PSIBK, Maret 2019)
If you are in a situation where you are able to find a loan https://www.affordable-papers.net/ but don’t need to use your bank, then you need to consider applying for this kind of funding.
You must be logged in to post a comment.
About the author