
Judul Film : Taare Zameen Par
Tanggal Rilis : 21 Desember 2007
Negara : India
Sutradara : Aamir Khan
Penulis : Amole Gupte
Produksi : Aamir Khan Productions
Sinematografi: Setu
Durasi : 2 jam 42 menit 32 detik
Music : Shankar-Ehsaan-Loy, Prasoon Joshi
Jenis Film : Drama Edukasi
Resensi
Film ini bercerita tentang jatuh bangun hidup seorang Ishaan, anak berusia 8 tahun yang memiliki kesulitan belajar. Diusianya saat itu, Ishaan belum bisa menghafal angka maupun huruf dengan benar. Kemampuan akademisnya di sekolah sangat tertinggal dibandingkan dengan teman-teman sebayanya dan juga kakak kandungnya. Film ini menarik untuk disaksikan karena mengandung banyak pesan moral, seluruh aktornya sangat menjiwai peran sehingga membuat penontonnya hanyut dalam cerita. Sosok Ishaan memiliki karakter sebagai anak yang sulit mengikuti pembelajaran di kelas, namun selalu ceria, ekspresif dan suka berimajinasi. Yohaan, kakak Ishaan, memiliki karakter pintar, penurut, dan kalem. Ayahnya memiliki sifat sangat tegas dan kaku. Berbeda dengan sang Ayah, sosok sang Ibu berkarakter lemah lembut dan pengertian. Pak Nikumbh, guru Ishaan, digambarkan sebagai sosok yang peka, sabar dan berjiwa sosial.
Masalah mulai muncul ketika keluarga Ishaan yang tidak menyadari bahwa Ishaan adalah anak dengan kebutuhan khusus. Kelurganya, terutama sang Ayah, selalu menuntut Ishaan untuk terus belajar dan meraih nilai tinggi. Ayahnya juga kerap membandingkan Ishaan dengan kakaknya yang sangat pintar secara akademis. Berdasarkan berberapa pertimbangan, Ayahnya memasukkan Ishaan ke sekolah asrama biasa. Sang Ayah enggan memasukkan Ishaan ke Sekolah Luar Biasa karena ia menolak untuk percaya bahwa anaknya memiliki keterbatasan. Hal tersebut berdampak negatif pada kondisi psikologis Ishaan.
Pak Nikumbh, salah satu guru di sekolah, ingin mengembalikan sifat Ishaan yang ceria dan kreatif. Ia selalu memberi dukungan dengan mengatakan bahwa Ishaan pasti akan menjadi orang hebat dan sukses. Dengan seizin kepala sekolah, Pak Nikumbh mendampingi Ishaan belajar membaca dan menulis dengan sabar dan intensif. Seiring berjalannya waktu, Ishaan tidak pernah lagi mendapat nilai merah di sekolah. Hal itu membuat keluarga dan orang-orang yang mengenal Ishaan sangat bangga terhadapnya. Tak berhenti berusaha untuk membantu, Pak Nikumbh juga memiliki ide untuk mengadakan lomba melukis di sekolah. Melalui perlombaan itu, seluruh hadirin tercengang melihat hasil karya Ishaan yang luar biasa indah. Tak ada satupun yang menyangka bahwa Ishaan memiliki talenta melukis.
Perpaduan antara alur, tokoh, suasana latar, dinamika konflik yang tersaji dalam film ini membuat para penontonnya hanyut terbawa suasana. Selain itu, film ini juga menyuarakan beragam pesan moral bagi pemirsanya. Secara tidak langsung, film ini ingin mengedukasi masyarakat agar memiliki sikap peduli, peka dan berwawasan luas terhadap segala keterbatasan dan kelebihan seseorang. Selain itu, film ini juga menghimbau para orang tua agar senantiasa menjalin komunikasi yang baik dan mendukung anak bagaimanapun kondisinya. Ada juga amanat untuk para pendidik, yakni hendaknya selalu mendidik siswanya dengan tulus dan sabar sesuai dengan keistimewaannya.
Selain menyerukan berbagai pesan moral, film ini juga memberikan pengetahuan bagi para penontonnya tentang ciri-ciri anak dengan disleksia (salah satu tipe kesulitan belajar). Film ini juga memberi pengetahuan mengenai metode pembelajaran khusus bagi anak dengan disleksia seperti Ishaan. Sebagai penutup, film edukatif ini sangat layak ditonton bagi semua kalangan. Siap-siap terhanyut dalam suasana yaaa… Selamat menyaksikan.
(PSIBK, Oktober 2018)
You must be logged in to post a comment.
About the author