Kunjungan PSIBK ke PSLD (Pusat Studi dan Layanan Disabilitas) Universitas Brawijaya, Malang

Kunjungan PSIBK ke PSLD (Pusat Studi dan Layanan Disabilitas) Universitas Brawijaya, Malang

Pusat Studi Individu Berkebutuhan Khusus (PSIBK) Universitas Sanata Dharma mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya. Kunjungan berlangsung pada Selasa (31/7/2018) di Rumah Layanan Disabilitas, Universitas Brawijaya. Pertemuan ini diawali dengan sambutan hangat oleh Tika Ratna Sari selaku staf administrasi kesekretariatan PSLD. Berbagai pertanyaan diajukan oleh Laurensia Aptik Evanjeli, M.A. selaku kepala PSIBK kepada Tika terkait Seleksi Program Khusus Penyandang Disabilitas (SPKPD). Program ini adalah seleksi khusus penerimaan masuk mahasiswa Universitas Brawijaya bagi individu dengan disabilitas. Tika memaparkan bahwa proses seleksi ini terbilang cukup lama dibandingkan seleksi reguler mahasiswa baru. Hal ini dikarenakan calon mahasiswa perlu melalui beberapa tahap antara lain: administrasi, psikotes, simulasi kelas, serta wawancara.

Kemudian Tika mengajak mengikuti pelatihan bahasa isyarat bagi dosen-dosen Universitas Brawijaya dengan materi mengenai budaya tuli dan budaya dengar, serta kosakata-kosakata yang sering ditemukan pada perkuliahan bertempat di Gedung Layanan Bersama, Pusat Pengembangan Blended Learning, Universitas Brawijaya.

Setelah melihat dinamika pengajaran yang dilakukan oleh mahasiswa tuli bersama dosen-dosen Universitas Brawijaya, tim PSIBK berjumpa dengan Ketua PSLD di Rumah Layanan Disabilitas. Fadillah Putra, S.Sos., M.Si., M.PAff., Ph.D., Ketua PSLD, menyambut hangat tim PSIBK serta menceritakan berbagai hal terkait PSLD. Fadillah menyampaikan bahwa berdirinya PSLD tidak terlepas dari adanya dukungan dari berbagai pihak, sehingga PSLD dapat berkembang hingga saat ini. Berdirinya PSLD berawal dari sebuah pertanyaan sederhana dari salah satu alumni Universitas Brawijaya yang bertanya, dimanakah mahasiswa dengan disabilitas selama ini? Berbekal dari rasa ingin tahunya, hasil pencarian mahasiswa tersebut berupa solusi bahwa bukan saatnya universitas menunggu mereka datang, melainkan universitas yang membuka kesempatan bagi mahasiswa dengan disabilitas untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Setelah berbincang-bincang cukup lama dengan Fadillah, tim PSIBK menyerahkan kenang-kenangan dari PSIBK kepada PSLD dan sebaliknya.

Setelah istirahat siang,  tim PSIBK mendapatkan kesempatan untuk berbincang-bincang dengan dua orang mahasiswa Tuli yang sedang berkumpul di Ruang Mahasiswa Disabilitas. Mahasiswa tersebut mengutarakan kesan dan pengalaman yang dirasakan oleh para mahasiswa dengan disabilitas di Universitas Brawijaya. Fikri dan Rieka, perwakilan mahasiswa Tuli, menyampaikan bahwa pelayanan yang disediakan oleh PSLD sangat membantu kegiatan perkuliahan.

Perbincangan selanjutnya dilakukan antara tim PSIBK dengan Sulistyowatik, selaku staf administrasi pendampingan PSLD. Sulis menyampaikan salah satu kendala yang sering terjadi di PSLD adalah sulitnya mencari pendamping dan mengatur jadwal pendampingan. Kendala tersebut dirasakan karena PSLD mengalami kesulitan dalam memfasilitasi mahasiswa dengan disabilitas melalui ketersediaan pendamping yang memadai dari segi waktu dan keterampilan pendampingan.

About the author

Admin PSIBK administrator

Pusat Studi Individu Berkebutuhan Khusus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Englighting and empowering people with special needs

You must be logged in to post a comment.