Mengasuh anak dengan disabilitas bukanlah hal yang mudah karena dalam beberapa kondisi dimana anak tidak dapat melakukan aktivitas apapun secara mandiri dan perilaku anak tidak terkontrol. Merawat anak dengan kebutuhan khusus tentu saja membutuhkan tanggung jawab dan pengasuhan yang lebih, terutama oleh para Ibu.
Somantri (2007) menyatakan jika lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama dan paling utama bagi anak agar dapat beradaptasi dengan lingkungan sosial dan berlindung dari diskriminasi sosial yang dilakukan oleh lingkungan sekitar.
Anak dengan kondisi disabilitas membutuhkan perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan anak yang memiliki kondisi fisik normal, sehingga dapat dikatakan membesarkan anak dengan disabilitas bukanlah hal yang mudah. Alsharaydeh et al (2019), menyatakan bahwa tantangan bagi orang tua dan keluarga meliputi cara merawat mereka, hambatan keuangan, bahasa, pemanfaatan layanan, diskriminasi, stigma atau pandangan negatif masyarakat.
Dengan hal ini, kami rangkumkan beberapa cara menangani anak dengan berkebutuhan khusus yang dapat dilakukan oleh ayah dan ibu, dengan harapan agar perkembangan mental anak dapat berkembang dengan baik.
Mengenal ciri atau tanda jika anak difabel. Hal yang perlu dilakukan adalah kenali jenis disabilitas anak agar tahu cara penangan yang tepat, penting bagi ibu atau orang tua untuk memiliki pikiran yang terbuka akan kondisi anak. Terbukanya pemikiran ibu dan ayah akan kondisi anak dengan disabilitas, akan membantu ibu dan ayah lebih siap akan pengasuhan yang akan dilakukan.
Menerima keadaan anak apa adanya, memberikan kasih sayang, merawat, memberikan perhatian, dan pendidikan layaknya anak normal lainnya. Menerima kondisi anak dengan terus mengawasi setiap perkembangan anak, sehingga membantu ibu dan ayah mencegah terjadinya penurunan pertumbuhan yang terjadi pada anak baik fisik ataupun psikis di masa yang akan datang.
Ibu dan ayah perlu mulai beradaptasi dengan kebutuhan anak. Adaptasi dari orang tua, pengasuh, dan teman-teman dengan berkebutuhan khusus lainnya juga harus berjalan dengan baik, Hal ini agar perkembangan anak tidak terganggu. Sebab, adaptasi yang baik membantu perkembangan anak menjadi lebih baik dan sebagai orang tua lebih mengenal kondisi dan potensi anak.

Memberikan perhatian yang dibutuhkan dengan cukup, seperti juga kebutuhan akan emosional yang sesuai tidak kurang, juga tidak memberikan berlebihan agar anak dapat mandiri namun tetap nyaman dan terbuka pada ibu dan ayah.
Memberikan motivasi dan bimbingan, agar anak dapat berkembang dengan baik, dan penting bagi ibu dan ayah untuk lebih tekun dan sabar dalam menangani anak dengan disabilitas. Selain itu ibu dan ayah sebaik mungkin agar bisa meluangkan waktu untuk mengajak anak berkreasi di rumah, juga penting untuk mengajarkan anak agar mulai mandiri, seperti makan, mandi, memakai baju, dan lainnya. Hal ini dilakukan agar membantu pertumbuhan anak seperti layaknya anak normal lainnya.
Ibu dan ayah tidak hanya mengandalkan diri sendiri saja, namun perlu untuk melakukan kerjasama dengan pihak luar lainnya, seperti sekolah yang tepat untuk anak dengan kebutuhan khususnya, lalu memberikan pemahaman pada keluarga besar bagaimana untuk beradaptasi dengan si anak, juga berkonsultasi pada dokter atau pakar agar dapat memanatau cara mendidik yang dilakuakn agar tidak memperburuk keadaan anak. Mengikutkan anak pada terapi (pada beberapa kondisi kebutuhan khusus, terapi dapat dilakukan.
Beberapa hal diatas mungkin dapat memberikan sedikit pengetahuan bagi Ibu dan ayah dengan anak difabel, semoga dapat membantu ibu dan ayah sekalian. Yang paling terutama adalah bagaimana ibu dan ayah dengan berbesar hati mendidik dan merawatnya, karena semua anak adalah sama yaitu anugerah dari Tuhan. Dan kita percaya jikalau Kasih Ibu sepanjang masa untuk anak-anaknya.
Referensi :
Azizah, Z. N. (2021, September 20). Cara Menangani Anak Yang Memiliki Kebutuhan Khusus. Blog Bantu Anak. Diakses December 23, 2022, from https://site.bantuanak.com/cara-menangani-anak-yang-memiliki-kebutuhan-khusus/
Naufal, W. I., & Rahmandani, A. (2020). PENGALAMAN PENGASUHAN IBU YANG MEMILIKI ANAK DISABILITAS FISIK BERPRESTASI: SEBUAH STUDI FENOMENOLOGIS DESKRIPTIF. Jurnal EMPATI, 10(2), 122-133.
SLB Pelita Nusa. (2016, March 27). Cara Menangani Anak Berkebutuhan khusus. SLB Pelita Nusa. Retrieved December 23, 2022, from https://www.slbpelitanusa.sch.id/cara-menangani-anak-berkebutuhan-khusus/
Somantri, S. (2007). Psikologi anak luar biasa. Bandung: Refika Aditama.
You must be logged in to post a comment.
About the author