Karya Tulis,  Podjok Merenung

Tangguh Dalam Badai

Kadang ku takut dan gugup
Dan ku merasa oh-oh tak sanggup
Melihat tantangan di sekitarku
Aku merasa tak mampu

Namun ku tak mau menyerah
Aku tak ingin berputus asa

Dengan gagah berani aku melangkah
Dan berkata aku bisa

Aku bisa, Save lagu anak

Setiap manusia pasti pernah mengalami tantangan atau ujian hidup. Tak jarang kita dibuat jatuh karena tak sanggup menghadapinya. Sulit rasanya untuk tetap berdiri teguh di tengah badai yang menerpa. Walaupun demikian, tidak selamanya kita bisa terus berada dalam kondisi seperti ini. Melalui tulisan ini saya ingin mengajak Anda untuk mengembangkan satu karakter yang bisa membantu kita untuk memandang masalah sebagai sesuatu yang menumbuhkan, bukan sebagai suatu hal yang melemahkan. Karakter tersebut dikenal dengan istilah hardiness.

Menurut Maddi (2005) Hardiness adalah konstruk kepribadian yang membantu seseorang untuk bertahan ketika menghadapi peristiwa penuh tekanan. Hardiness ditunjukkan melalui tiga komponen penting yaitu komitmen, kontrol, dan tantangan.

Karakter hardiness membantu individu menemukan makna dari setiap masalah yang dialami. Pribadi yang tangguh akan menganggap “badai” sebagai batu loncatan bagi mereka untuk melakukan pertumbuhan pribadi. Oleh karena itu, mereka cenderung memandang stres sebagai suatu hal yang normal (Maddi, 2006). 

Selain membantu mengurangi stres, hardiness juga membantu individu untuk merasa sejahtera secara psikologis dan mudah beradaptasi dengan berbagai macam tantangan hidup. Manfaat itu kemudian menggugah diri saya untuk mempunyai semangat mengembangkan karakter hardiness tersebut.

Salah satu cara yang saya lakukan untuk berproses menjadi pribadi yang tangguh adalah dengan membangun mindset bahwa saya bisa menangani tantangan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ketika menghadapi badai, saya akan memikirkan hal paling penting apa harus saya lakukan untuk mengatasi kondisi tersebut. Saya tidak memberi kesempatan bagi pikiran saya untuk melihat tantangan sebagai sesuatu yang mendatangkan keputusasaan. Saya percaya badai hidup yang direspons dengan ketakutan akan cenderung menimbulkan rasa frustasi.

Memang tidak mudah untuk mengembangakan karakter hardiness. Saya pun terkadang masih sering terkecoh dengan “kekuatan” dari badai itu. Tak jarang saya cenderung fokus pada masalah bukan pada solusi sehingga menutup potensi dan peluang-peluang yang baru. Meskipun demikian, baik adanya jika kita belajar untuk mengembangkan karakter hardiness tersebut.  

Mari bersama-sama bertumbuh menjadi pribadi yang tangguh. Semangat untuk mencoba mengembangkan karakter hardiness. Kiranya kita dapat selalu bertahan meskipun sedang berada di masa-masa yang sulit. Cheers! 

 

Penulis
Apathea Fides Peparing Gusti (Asisten P2TKP Angkatan 2023 )

Penyunting
Gabriella Setia Maharani (Asisten P2TKP Angkatan 2024)


Daftar Acuan
Maddi, S. R. (2005). On hardiness and other pathways to resilience.
Maddi, S. R. (2006). Hardiness: The courage to grow from stresses. The Journal of Positive Psychology, 1(3), 160-168.

Sumber Gambar
Dokumentasi pribadi milik penulis.