Pelatihan Emotional Intelligence Bersama Tendik Sanata Dharma
Dalam dunia kerja yang semakin dinamis, kemampuan intelektual saja tidak cukup untuk menunjang karir kita. Kecerdasan emosional atau Emotional Intelligence (EI) menjadi salah satu faktor kunci yang dapat membantu kita dalam mengelola emosi, menjalin hubungan yang baik, serta meningkatkan produktivitas kerja. Menyadari pentingnya kemampuanini untuk dikuasai oleh para pejabat struktural tenaga kependidikan Universitas Sanata Dharma, Biro Personalia mengundang P2TKP untuk mengadakan pelatihan Emotional Intelligence guna meningkatkan keterampilan interpersonal dan intrapersonal para pejabat struktural tendik mereka.
Pejabat struktural tendik termasuk ke dalam middle management, bagian penting dari rantai struktural yang menghubungkan top management dengan manajemen teknis. Maka, diperlukan pemimpin yang memiliki kemampuan manajerial dan soft skills yang baik di bidang ini. Dalam bekerja, kita bisa saja menjumpai kendala atau jalan buntu yang bisa disebabkan oleh faktor internal atau eksternal. Situasi tersebut menuntut para pemimpin untuk mampu mengambil keputusan dengantepat. Keputusan yang diambil mungkin akan memiliki dampak baik maupunburuk. Oleh karena itu, untuk dapat meminimalisir dampak yang dapat terjadi, pemimpin diharapkan mempunyai kemampuan manajerial dengan kecerdasan emosional yang baik.
Pelatihan yang berlangsung pada tanggal 13-14 Desember 2024 lalu, diadakan di Panti Semedi Sangkal Putung, Klaten. Adapun metode pelatihan yang digunakan lebih banyak melibatkan peserta pada diskusi dalam kelompok. Pada hari pertama, para peserta diajak untuk memahami konsep dasar Emotional Intelligence yang meliputi kesadaran diri (self-awareness), pengelolaan emosi (self-management), motivasi, empati, serta keterampilan sosial (social skills). Sebelum masuk pada materiEI, kami membagi pesertake dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan perwakilan dari berbagai unit. Hal ini diperuntukkan guna menjadi sarana sharing bagi setiap peserta dalam menangani permasalahan yang pernah terjadi Diskusi ini bertujuan untuk menarik benang merah yang nantinya akan menjadi dasar pembahasan Emotional Intelligence.
Pada hari kedua, pelatihan berfokus pada topik mengenai “Pengambilan keputusan menggunakan EI”. Trainer mengajak seluruh peserta untuk mengenal ”Pohon 5 Whys”, yang merupakan salah satu strategi untuk menganalisis suatu masalah sehingga dapat menemukan akar permasalahannya. Supaya tidak bosan dengan diskusi, peserta diajak bermain game dengan 4 pos yang diadakan di sekitar aula. Adapun setiap pos memiliki perwakilan yang diutus oleh pemimpin dari setiap tim. Pada setiap pos game, peserta akan diberikan “hadiah” sesuai dengan urutan yang paling cepat. Hadiah ini akan sangat berguna dalam permainan di pos terakhir. Game yang dimainkan pun beragam: cerdas cermat, chemistry game, baca instruksi dengan baik, dan diakhiri dengan pos menara korek yang diwakili oleh pemimpin masing-masing tim.
Melalui berbagai aktivitas interaktif tersebut, peserta mampu mendapatkan wawasan mengenai cara mengelola stres, membangun komunikasi yang efektif, serta meningkatkan kerja sama tim. Salah satu aspek yang ditekankan dalam pelatihan ini adalah pentingnya kesadaran diri dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan kerja. Dengan mengenali emosi pribadi dan memahami bagaimana emosi tersebut mempengaruhi perilaku, para peserta dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan. Selain itu, pelatihan ini juga menekankan pentingnya empati dalam membangun hubungan yang harmonis dengan rekan kerja dan mahasiswa.
Berdasarkan evaluasi kegiatan, para peserta pelatihan mengungkapkan bahwa sesi ini memberikan banyak manfaat dalam kehidupan profesional maupun pribadi. Dengan memiliki kecerdasan emosional yang baik, mereka merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan di tempat kerja, mengelola konflik dengan lebih efektif, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif. Universitas Sanata Dharma terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas tenaga kependidikannya melalui berbagai pelatihan dan pengembangan diri. Diharapkan, pelatihan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi peserta dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka.
Penulis
Maria Gracia Aprilianova (Asisten P2TKP Angkatan 2024)
Penyunting
Ariolietha Joanna Kintanayu (Asisten P2TKP Angkatan 2023)
Sumber Gambar
Dokumentasi Tim Proyek Training P2TKP & Biro Personalia