Menjadi Rekan Kerja yang Caket dan Rumaket
Bagi Kalyca Montessori School, salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh sekolah satu atap yang terdiri dari TK, SD, dan SMP adalah terkait komunikasi antar unit. Setiap unit memiliki keunikan tersendiri dalam pengelolaan pendidikan sehingga diperlukan komunikasi yang positif dalam menyelaraskan visi, misi, dan program pendidikan untuk siswa. Oleh karena itu, diperlukan sebuah kegiatan yang dapat membangun kerja sama yang lebih erat antar unit sekaligus memberi kesempatan bagi para staf dan guru untuk melakukan evaluasi perjalanan semester yang telah dilalui.
Kalyca Montessori School merancang sebuah kegiatan refleksi akhir semester. Kegiatan tersebut diharapkan membuat para staf dan guru dapat lebih mengenal rekan kerjanya dan berdampak pada optimalisasi peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu rangkaian dan kegiatan refleksi akhir semester adalah peningkatan kapasitas tim melalui kegiatan team building. Kalyca Montessori School menggandeng Pusat Pelayanan Tes dan Konsultasi Psikologi (P2TKP) untuk memfasilitasi kegiatan team building tersebut.
Metode team building yang digunakan pada kegiatan kali ini adalah outbound. Melalui metode Outbound, peserta dapat membangun proses pembelajaran dengan lebih asyik dan menyenangkan. P2TKP merancang kegiatan sedemikian rupa yang cenderung bersifat rekreatif, dimana akan ada lima pos yang akan dilalui oleh masing-masing kelompok dan satu permainan kelompok besar. Setiap pos memiliki satu fasilitator yang bertugas sebagai instruktur permainan. Nantinya peserta akan dibagi menjadi dua kelompok yang lebih kecil untuk bermain sebagai lawan di setiap posnya. Meskipun demikian, tidak ada sistem poin untuk menentukan kelompok yang menang atau kalah dalam permainan ini.
Sebelum memulai permainan di tiap pos, peserta diminta untuk berkumpul di area yang cukup luas. Di kesempatan ini, pembawa acara terlebih dahulu memperkenalkan jargon dan melakukan ice breaking. “Wes ewes ewes bablas kesele siap ngesuke” adalah jargon yang dibuat untuk menyemarakkan kegiatan outbound Kalyca Montessori School. Para peserta tampak bersemangat ketika memperagakan jargon tersebut. Selain jargon, ada pula ice breaking kejar daku, kau kutangkap sebagai kegiatan awal. Kegiatan ice breaking tersebut diharapkan dapat membangun suasana konsentrasi dan fokus serta sebagai pengantar bagi para peserta untuk akrab dengan rekan yang lain.
Setelah ice breaking, peserta diarahkan menuju pos-pos permainan. Sebelum memulai permainan, fasilitator terlebih dahulu akan memberi penjelasan terkait cara permainan. Selain itu, peserta juga diberi kesempatan untuk melakukan diskusi singkat mengenai strategi yang akan digunakan agar dapat menyelesaikan permainan dengan baik. Proses diskusi yang dilakukan dapat menjadi sarana bagi para peserta untuk mengungkapkan perasaan dan ide secara terbuka.
Pada pos permainan Card Tower, peserta diminta untuk menyusun kartu remi setinggi mungkin dengan satu tangan aktif. Kartu remi yang disusun harus tinggi, indah, dan kuat. Permainan ini bertujuan untuk membangun kerja sama dan kepercayaan tiap anggota kelompok. Selanjutnya, adalah permainan Blind Ball. Dalam permainan ini peserta diminta untuk memasukan bola melalui lubang di tengah-tengah karton ke dalam ember. Tujuan dari permainan ini adalah untuk memperkuat keterampilan komunikasi khususnya untuk saling menghargai dan mendengarkan.
Di pos ketiga, peserta akan berhadapan dengan permainan Magic Straw. Peserta diminta untuk menurunkan sedotan dari posisi berdiri hanya dengan menggunakan jari tanpa menggenggamnya. Melalui permainan ini, peserta dapat berlatih membuat perencanaan yang sesuai untuk mencapai tujuan (visi misi bersama). Permainan selanjutnya adalah Lindungi Aku. Setiap kelompok diminta menentukan anggota kelompok menjadi dua peran yaitu penjaga lilin dan penyerang. Penjaga lilin bertugas untuk menjaga lilin agar tetap menyala dan terhindar dari serangan lawan. Sedangkan penyerang bertugas untuk menembakan air pada lilin lawan agar mati. Permainan ini diharapkan mampu menumbuhkan solidaritas dan saling bahu-membahu dengan perannya masing-masing untuk mencapai tujuan.
Pada permainan jembatan buaya, peserta akan dibagikan matras kecil sebanyak tiga buah dan mereka harus menyeberangi lintasan yang disiapkan dengan memindahkan matras ke depan hingga mencapai garis finish. Tujuan dari permainan ini adalah untuk melatih komunikasi, khususnya dalam hal perencanaan dan koordinasi tim. Setelah semua peserta menyelesaikan semua permainan pos, mereka diminta untuk melakukan permainan kelompok besar yaitu Saya dan Kita. Pada permainan ini, peserta diminta untuk mencari sebuah benda di sekitarnya yang mencerminkan diri masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menjelaskan makna dari benda yang diambil. Peserta kemudian diminta untuk membuat sebuah karya yang bermakna dengan menyatukan kumpulan barang-barang tersebut. Di bagian akhir inilah trainer kemudian menutup dengan memberikan penjelasan yang lebih mendalam terkait permainan Saya dan Kita beserta dengan aktivitas yang telah dijalani sebelumnya.
Dinamika yang terjadi selama proses outbound terjalin dengan baik. Peserta tampak antusias dan mampu menjalani setiap permainan dengan baik. Pembelajaran seperti komunikasi dan kerja sama tim juga terefleksikan pada para peserta. Secara umum, kegiatan berjalan dengan baik dan mampu memberikan wadah bagi para peserta untuk memahami makna dari masing-masing tujuan permainan yang diberikan.
Penulis
Apathea Fides Peparing Gusti (Asisten P2TKP Angkatan 2023)
Penyunting
Gabriella Setia Maharani (Asisten P2TKP Angkatan 2024)
Daftar Acuan
–
Sumber Gambar
Dokumentasi pribadi (Apathea Fides Peparing Gusti)