Karya Tulis,  Podjok Merenung

Ketika Hidup Tidak Sesuai Rencana, Tapi Tetap Berarti

Dalam menjalani kehidupan, kita pasti selalu membuat rencana untuk dapat mewujudkan sesuatu yang kita inginkan. Tidak hanya itu, kita juga pasti selalu membuat rencana tentang hal apa saja yang akan kita lakukan dalam satu hari, seperti membuat to do list. Namun, dalam kenyataannya, terkadang rencana yang sudah kita rancang tidak selalu sesuai dengan yang sebenarnya terjadi. Setiap orang pasti pernah mengalami bahwa apa yang terjadi di dalam kehidupannya tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan atau diharapkan. Misalnya, rencana berlibur ke luar kota harus dibatalkan karena salah satu anggota keluarga yang sakit, batal untuk melanjutkan studi ke luar negeri karena tidak lolos seleksi, putus cinta dan gagal untuk menikah dalam hubungan yang sudah terjalin sangat lama, sertahal-hal lain yang tidak sesuai dengan harapan. Hal seperti ini tentu membuat kita merasa kecewa dan tak jarang membuat diri kita merasa tidak berarti karena telah gagal mewujudkan apa yang kita inginkan.

Perasaan kecewa yang muncul sangat wajar dialami ketika kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi atau rencana kita. Namun, sebaiknya kita janganterlalu lama terpuruk dalam perasaan kecewa tersebut. Melalui kegagalan atau ketidaksesuaian yang terjadi, kita dapat belajar untuk menemukan makna yang lebih dalam daripada yang kita rencanakan. Selain itu, kita juga dapat belajar untuk menemukan sisi positif dalam segala hal yang terjadi agar hidup kita menjadi lebih bermakna. Hal ini mungkin akan sulit untuk dilakukan jika kita terus meratapi kekecewaan tersebut. Meski begitu, upaya untuk mencoba memaknai hidup dapat dilakukan dengan langkah yang sederhana, yaitu mensyukuri dan menghargai atau mengapresiasi hal-hal kecil yang terjadi di dalam kegagalan atau ketidaksesuaian tersebut. Menurut Fagley & Adler (2012), salah satu bentuk apresiasi adalah dengan menghargai hal-hal positif setelah mengalami kehilangan atau kegagalan. Misalnya, ketika rencana untuk menikah setelah bertahun-tahun menjalin hubungan itu gagal, alih-alih menyalahkan keadaan yang sudah terjadi, kita justru bangkit dari keterpurukkan dan memanfaatkan waktu yang ada untuk suatu hal yang lebih bermakna seperti menemukan hobi baru dan quality time bersama keluarga. 

Menyadari serta menghargai hal-hal positif yang ada membuat kita dapat memaknai hidup dengan lebih baik. Ketika kita mampu memaknai hidup melalui hal-hal positif yang terjadi dibalik kekecewaan, maka kita telah mampu membuat hidup menjadi lebih berarti dan utuh. Sehingga dalam prosesnya, kita tetap mampu mengembangkan diri meskipun di tengah kekecewaan. Oleh karena itu, ketika kegagalan dan kekecewaan terjadi dalam hidup kita, cobalah untuk menyikapinya melalui sudut pandang yang berbeda agar kita dapat menemukan hal berharga yang selama ini tidak kita sadari.

Penulis
Gabriella Setia Maharani (Asisten P2TKP Angkatan 2024)

Penyunting
Ariolietha Joanna Kintanayu (Asisten P2TKP Angkatan 2023)


Daftar Acuan
Fagley NS, Adler MG. Appreciation: A spiritual path to finding value and meaning in the workplace. Journal of Management, Spirituality & Religion. 2012; 9(2): 167.

Sumber Gambar
Dokumentasi pribadi milik Gabriella Setia Maharani