Dari Hati ke Hati: Membangun Tim dengan CINTA
Setiap manusia tumbuh dengan merasakan bagaimana rasanya mencintai dan dicintai. Cinta itu sendiri, bukan hanya sebuah kondisi emosional yang hanya terjadi kepada sepasang kekasih, melainkan bisa kepada siapapun dan apapun. Selain itu, cinta juga tumbuh dari adanya rasa “saling”, di mana setiap individu berperan penting untuk mengusahakan hal tersebut. Namun terkadang, rasa cinta dapat terhambat oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Sehingga, dalam kesempatan kali ini, Tim Training dari P2TKP mengangkat tema CINTA sebagai pembelajaran utama dalam Team Building & Fun Gathering Asisten P2TKP 2024/2025 yang bertujuan untuk menumbuhkan cinta di antara setiap asisten dan staf baik di dalam maupun di luar lingkup P2TKP.
Tahun ini, P2TKP berkesempatan untuk mengadakan acara kebersamaan di dua tempat berbeda yaitu Ledok Sambi Ecopark dan Villa Kelivana Kaliurang tepatnya pada tanggal 17-18 Mei 2025. Kegiatan ini diramaikan oleh seluruh asisten P2TKP, staf, dan kepala yang jika ditotal berjumlah hingga 21 orang dengan 4 orang diantaranya merupakan tim training yang mengelola keseluruhan acara tersebut.
Hari pertama dari kebersamaan ini menjadi awal yang hangat untuk membangun kedekatan antar asisten melalui berbagai aktivitas interaktif dan reflektif. Dimulai dari permainan Paintball di Ledok Sambi Ecopark, asisten tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga belajar untuk bekerja sama, berstrategi, serta menyadari peran pribadi dalam tim. Kemudian, terdapat misi pribadi dimana asisten perlu melakukan suatu perilaku “act of service” tertentu kepada asisten lain yang sudah ditentukan oleh tim training sejak awal. Misi pribadi ini menjadi ruang untuk menunjukkan cinta kepada orang lain sebagai rasa syukur atas kehadiran mereka. Sementara itu, waktu bebas dimanfaatkan untuk mempererat relasi melalui obrolan santai dan aktivitas yang menyenangkan seperti bermain flying fox, kayak, gel gun, dan permainan lainnya.
Kemudian di malam hari, suasana akrab berlanjut di Villa Kelivana. Sesi Blind Truths yang menjadi acara pembuka, telah membantu memecah jarak yang sebelumnya mungkin ada di antara asisten, membuka ruang untuk saling memahami dan mendengarkan satu sama lain. Sesi ini merupakan waktu di mana asisten, secara tertutup matanya, dipasangkan berdua atau bertiga untuk berbincang secara mendalam terkait diri mereka melalui topik tertentu. Selanjutnya, dalam Night Session, asisten diajak merenungi bahwa cinta bukan hanya soal menerima, tapi juga memberi dalam bentuk perhatian, dukungan, dan kehadiran. Melalui diskusi tentang love language, asisten belajar bahwa setiap orang punya cara berbeda dalam mengekspresikan kasih sayang dan rasa syukur terhadap sesama. Itulah yang menjadi kunci untuk membangun relasi yang sehat dan harmonis.
Hari kedua menjadi momentum penting untuk memperkuat makna cinta dalam kerja tim. Dimulai dari meditasi dan senam pagi, asisten diajak untuk kembali terhubung dengan dirinya sendiri, membangun kesadaran bahwa mencintai orang lain dimulai dari merawat diri. Kemudian, kegiatan hari kedua dilanjutkan dengan memainkan beberapa permainan kelompok. Dalam permainan ini, asisten belajar berstrategi dan memahami dinamika kelompok. Semua persiapan tersebut mengarah pada permainan utama, Fill the Love Jar, di mana kerja sama, pengorbanan, dan kepercayaan diuji untuk mencapai satu tujuan bersama. Masing-masing anggota kelompok harus menyesuaikan peran, mendengarkan arahan, dan menyatukan langkah untuk mengisi pipa berlubang dengan air hingga bola cinta berhasil dikeluarkan. Seperti perkataan salah satu rekan asisten kami, “Semakin penuh tabung cinta, semakin membawa kebahagiaan bagi semua orang”. Hal ini jugalah yang menjadi penutup sekaligus kesimpulan dari game besar yang dimainkan.
Secara keseluruhan, rangkaian acara berjalan dengan cukup baik serta mendapat respon yang memuaskan dari para asisten dan staf. Kami tidak hanya membawa pulang kenangan indah, tetapi juga pemahaman mendalam bahwa cinta adalah fondasi dari kerja sama yang sehat. Ketika setiap individu merasa dicintai dan juga mau mencintai, mereka akan lebih mudah untuk saling memahami, mendukung, dan tumbuh bersama baik sebagai sesama asisten, staf, maupun sebagai bagian dari keluarga besar P2TKP.
Penulis
Ariolietha Joanna Kintanayu (Asisten P2TKP Angkatan 2023)
Penyunting
Maria Gracia Aprilianova (Asisten P2TKP Angkatan 2024)
Sumber Gambar
Dokumentasi Divisi Website P2TKP “Team Building & Fun Gathering Asisten P2TKP 2024/2025”
When Intention is Not Enough