Are You FOMO or JOMO?
Setiap hari, kita disuguhkan dengan berbagai informasi mengenai kehidupan dan standarnya yang tinggi serta sulit digapai. Contohnya, seperti lulus dari universitas negeri ternama, bekerja di perusahaan A B C, memiliki income 2 digit atau lebih, memiliki pasangan ideal, hidup tanpa beban finansial, serta ilusi kehidupan penuh pencapaian nan sempurna lainnya. Hal ini timbul dari tingginya konektivitas kita akan media sosial sehari-hari (Davis dalam Hafizh, 2024; Bimawa, 2022). Rasanya seperti tidak ada hari untuk bersantai, karena di depan sana masih banyak hal yang menanti untuk kita gapai. Perasaan seperti ini merupakan bentuk dari sikap FOMO atau Fear of Missing Out.
FOMO (Fear of Missing Out) merupakan sikap untuk mengikuti, mengejar, atau meraih standar serta informasi baru yang sedang terjadi di sekitarnya. Biasanya, hal ini disertai dengan perasaan takut akan ketertinggalan suatu hal yang bersifat menyenangkan, penting, atau ramai diikuti oleh banyak orang. Fenomena ini seakan menuntut kita untuk selalu ‘menjadi sesuatu’ dan meninggalkan atau mengabaikan mereka yang tidak mampu memenuhi standar ideal tersebut (Nasserzadeh, 2024). Sehingga, banyak orang menjadi khawatir akan kegagalan yang merujuk pada perasaan bahwa keberadaan dirinya kurang berharga (Hafizh, 2024; Bimawa, 2022; Kiding, 2019).
Selain itu, FOMO juga memiliki dampak lain yang cukup berbahaya bagi kesehatan mental, seperti meningkatnya kadar stress, timbulnya perasaan kurang seperti insecure, tingkat kecemasan yang tinggi, kesulitan individu untuk bersosialisasi atau terhubung dengan sosial secara nyata, serta kecanduan dari gaya hidup antisosial akibat penggunaan media sosial secara berlebihan (Maharani, 2023). Hal ini membuat fenomena FOMO menjadi hal yang dapat mengancam kesehatan mental seseorang.
Namun, di tengah tekanan dan kecemasan yang ditimbulkan oleh FOMO, muncul suatu konsep yang berlawanan, yang disebut dengan istilah JOMO (Joy of Missing Out). JOMO adalah sikap menikmati ketenangan, kebebasan, dan kepuasan dalam menjalani hidup tanpa harus terus-menerus mengejar standar sosial atau mengikuti apa yang sedang tren (Nasserzadeh, 2024; Nash, 2023; Bimawa, 2022). Jika FOMO memicu perasaan cemas dan ketidakcukupan, JOMO justru mengajarkan untuk bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki, menghargai momen saat ini, serta tidak merasa terpaksa untuk selalu terhubung dengan dunia luar (Bonior, 2023).
Dengan menerapkan JOMO, seseorang dapat lebih fokus pada kesejahteraan mental, hidup mindful, rasa syukur, dan menjalani kehidupan sesuai dengan nilai serta kebutuhannya sendiri, bukan berdasarkan ekspektasi orang lain. Alih-alih merasa tertinggal, seseorang dengan pola pikir JOMO justru menemukan kebahagiaan dalam menikmati waktu sendiri, belajar menghargai kedamaian dalam kesendirian, dan membangun hubungan yang lebih bermakna tanpa tekanan sosial yang berlebihan (Dalton dalam Nash, 2023).
Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk menerapkan JOMO dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan memilah informasi apa saja yang dirasa layak untuk mendapatkan perhatian kita, melakukan detox dari media sosial, terlibat dalam koneksi sosial secara langsung, merawat diri sendiri, hingga membuat list kegiatan yang kita sukai atau ingin lakukan (Nash, 2023). Menggeser pola pikir FOMO menjadi JOMO melalui kegiatan bermakna dapat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental serta meningkatkan kualitas hidup.
Secara keseluruhan, JOMO membantu kita untuk menemukan sukacita dalam kesederhanaan, ketenangan, serta berfokus pada hal-hal yang penting bagi diri kita. Hal ini juga menuntut kita untuk mengambil kontrol penuh dan bertanggung jawab atas kehidupan yang kita jalani. Maka, setiap energi yang kita kerahkan pada hal-hal bermakna itu, tidak akan menjadi sia-sia melainkan dapat bermanfaat bagi diri dan orang disekitar kita.
“Do not conform to the pattern of this world,
but be transformed by the renewing of your mind.
Then you will be able to test and approve what God’s will is—
His good, pleasing and perfect will.”
– Romans 12:2 (NIV) –
Penulis
Ariolietha Joanna Kintanayu (Asisten P2TKP Angkatan 2023)
Penyunting
Maria Gracia Aprilianova (Asisten P2TKP Angkatan 2024)
Daftar Acuan
Bimawa, G. P. (2022, December 10). How Fear of Missing Out and Joy of Missing Out Affect Our Life. Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan. Retrieved March 22, 2025, from https://bimawa.uad.ac.id/2022/12/10/artikel-how-fear-of-missing-out-and-joy-of-missing-out-affect-our-life/.
Bonior, A. (2023, March 28). The Realities of JOMO Versus FOMO. Psychology Today. Retrieved March 22, 2025, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/friendship-20/202303/the-realities-of-jomo-versus-fomo.
Hafizh, A. M., Hidayat, F., & Suansyah, A. (2024). Fomo Vs Jomo: Understanding The Psychology Behin Social Media Consumption Behavior And Its Impact On Mental Well-Being With A Communication Psychology Approach. World Journal of Islamic Learning and Teaching 1(2), 10-18. https://doi.org/10.61132/wjilt.v1i2.37.
Kiding, S. & atulessy, A. (2019). Dari Fomo ke Jomo: Mengatasi Rasa Takut akan Kehilangan (Fomo) dan Menumbuhkan Resiliensi terhadap Ketergantungan dari Dunia Digital. PSISULA: Prosiding Bekala Psikologi 1, 173-182.
Maharani, A. P., Hanathasia, M., & Lestari, A. F. (2023). Fenomena Joy of Missing Out (JoMO) Pada Komunitas Lyfe With Less Dalam Kampanye #SalingSilang. ARUNIKA: Bunga Rampai Ilmu Komunikasi, 1(01), 71–78. https://doi.org/10.36782/arunika.v2i02.386.
Nash, J. (2023, December 12). Embracing JOMO: Finding Joy in Missing Out. Positive Psychology. Retrieved March 22, 2025, from https://positivepsychology.com/jomo-joy-of-missing-out/.
Nasserzadeh, S. (2024, July 1). From FOMO to JOMO: The Joy of Missing Out. Psychology Today. Retrieved March 22, 2025, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/love-by-design/202406/from-fomo-to-jomo-the-joy-of-missing-out.
Sumber Gambar
Munguia, J. (2020, May 29). Person in white shoes standing on gray concrete road. Unsplash. Retrieved March 22, 2025, from https://unsplash.com/photos/person-in-white-shoes-standing-on-gray-concrete-road-1pAwJiCD60c