Karya Tulis,  Sudut Berbagi

Menemukan Makna Diri: Langkah Awal untuk Menghargai Keberagaman

Memaknai dan menghargai diri sendiri dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan kehidupan yang lebih bermakna dan sejahtera. Memaknai diri sendiri bukan hanya sekadar mengenali kelebihan dan kekurangan, tetapi juga mampu menerima diri apa adanya dengan penuh kesadaran. Seseorang yang mampu menghargai dirinya sendiri akan lebih mudah pula untuk menghargai orang lain, termasuk dalam menerima perbedaan serta keragaman yang ada di sekitarnya. Sikap menghargai keragaman ini sangat penting untuk menciptakan hubungan sosial yang harmonis. Hal ini dikarenakan setiap individu dapat merasa dihargai dan dihormati tanpa harus kehilangan jati dirinya. Selain itu, dengan memaknai diri, kita juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan penuh empati. 

Memahami diri sendiri merupakan proses mendalam yang melibatkan refleksi terhadap nilai-nilai, prinsip, serta pengalaman hidup yang membentuk kepribadian seseorang. Proses ini memungkinkan seseorang untuk mengenali apa yang benar-benar diinginkannya, bagaimana cara menghadapi tantangan, serta bagaimana merespons keberhasilan maupun kegagalan. Dengan pemahaman yang baik terhadap diri sendiri, seseorang dapat membangun kepercayaan diri yang lebih kuat serta menerima segala kelebihan dan keterbatasan yang dimiliki. 

Penghargaan terhadap diri sendiri dan keragaman yang ada di sekitar juga dapat membuat seseorang mampu menjalani kehidupannya dengan penuh belas kasih bagi sekelilingnya. Dalam hal ini, Biro Personalia Universitas Sanata Dharma memberikan kesempatan bagi para dosen dan calon dosen untuk dapat mengenali diri mereka dengan lebih mendalam. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar para dosen dan calon dosen dapat menjadi pengajar yang mampu memfasilitasi pembelajaran berbasis kompetensi serta memiliki nilai-nilai Compassion, Conscience, dan Commitment. Ketiga nilai tersebut merupakan nilai yang selalu ditanamkan di Universitas Sanata Dharma. Oleh karena itu, kesempatan ini direalisasikanmelalui kegiatan “Workshop Penanaman Nilai-nilai Ke-Sanata Dharma-an” yang diselenggarakan pada tanggal 17-19 Oktober 2024 di Kampoeng Media, SAV LPPM Universitas Sanata Dharma. 

Dalam kegiatan ini, Tim Training P2TKP membantu dalam memfasilitasi kegiatan melalui permainan-permainan yang mampu meningkatkan kemampuan bekerja sama antar dosen dalam menciptakan pembelajaran yang kompeten. Selain itu, permainan yang dilakukan juga bertujuan agar para peserta dapat lebih memaknai diri dan mampu menghargai keragaman. Salah satu permainan yang berkesan adalah permainan dengan judul “Saya dan Kita”. Dalam permainan ini, seluruh peserta diminta untuk mencari dan memilih satu benda yang dapat merepresentasikan diri mereka masing-masing. Setelah itu, setiap peserta akan diminta untuk menjelaskan mengapa benda yang mereka pilih dianggap paling menggambarkan diri mereka . Dalam kegiatan ini, peserta diminta untukmerefleksikan makna diri di dalam kehidupannya yang kemudian direpresentasikan melalui satu benda yang dipilihnya tersebut. 

Ketika semua peserta selesai menjelaskan makna dari benda yang mereka bawa secara bergiliran, mereka diminta untuk menggabungkan seluruh benda yang telah dipilih tadi agar dapat membentuk satu karya yang utuh dan bermakna. Dengan menggabungkan berbagai benda yang berbeda-beda bentuk dan fungsinya tersebut, para peserta diajak untuk saling menghargai cara rekan-rekannya memaknai diri dan mampu menerima keragaman yang ada untuk mencapai tujuan bersama. Setelah selesai, para peserta diminta untuk menceritakan makna dibalik karya yang telah mereka buat itu. Melalui kegiatan ini, maka para peserta dapat berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama dengan tetap menerapkan nilai-nilai ke-Sanata Dharma-an yang ada. 


Penulis
Gabriella Setia Maharani (Asisten P2TKP Angkatan 2024)

Penyunting
Ariolietha Joanna Kintanayu (Asisten P2TKP Angkatan 2023)

Sumber Gambar
Dokumentasi Tim Proyek Training P2TKP & Biro Personalia