Jumat, 24 Maret 2023, pukul 10.00-12.00, sejumlah 50-an orang perwakilan organisasi mahasiswa di Universitas Sanata Dharma nampak memenuhi Ruang Kadarman, Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma. Mereka menghadiri seminar berjudul “Kaum Muda Mewujudkan Pemilu Damai, Kritis, dan Berintegritas, yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Demokrasi dan Hak-hak Asasi Manusia (PUSDEMA) Universitas Sanata Dharma.Acara yang dimoderatori oleh Ibu Wedhowerti, S. Pd., M. Hum., menghadirkan dua orang pembicara yakni Bapak Arry Dharmawan, S. E., M. I. Pol. (Kasubbag Data dan Informasi KPU DIY, dan Romo Patrisius Mutiara Andalas, S. J., S. S., S. T. D. (Dosen USD). Pak Arry sebagai pembicara pertama menekankan betapa pentingnya keterlibatan kaum muda sekaligus akademisi dengan berpartisipasi aktif sebagai agen sosialisasi, penyelenggara pemilu, dan peserta pemilu. Sementara itu Romo Mutiara Andalas atau akrab disapa dengan Romo Muti memaparkan peran serta kaum muda Generasi Z yang aktif dalam media digital saat ini mampu membangun diskresi politik, dan mampu menebarkan hal positif dalam aktivisme digital, sekaligus kaum muda perlu secara berani untuk melawan politik identitas.

Pemilu 2024 menjadi momen penting bagi Indonesia, tidak hanya untuk memilih pemimpin ataupun wakil rakyat, melainkan menentukan arah Indonesia selanjutnya agar lebih mampu berpihak pada mereka yang lemah, namun juga berpihak pada keadilan. Kaum muda yang saat ini cukup banyak menjadi pemilih pemula dalam 2024 memiliki peran penting untuk ikut berpartisipasi dalam menentukan arah Indonesia selanjutnya. Namun, hal ini bukan perkara mudah, sebagai kaum muda yang akrab dengan media digital, tentunya begitu banyak informasi bertebaran di media digital tanpa tahu kebenarannya. Fakta ini membuat kaum muda sekaligus para akademisi perlu lebih kritis lagi untuk menimbang, dan menentukan diskresi politiknya berdasarkan informasi yang mampu dipertanggungjawabkan.

Universitas Sanata Dharma pada tahun 2024 juga akan membuka TPS khusus bagi mahasiswa USD yang berdomisili di luar DIY. Hal ini menjadi salah satu hal penting dalam partisipasi kaum muda, karena universitas turut ambil bagian dalam memperhatikan kaum muda dan keterlibatannya dalam mewujudkan pemilu yang damai, kritis, dan berintegritas. Pak Arry juga mengajak para mahasiswa yang hadir untuk mampu jeli dan kritis terhadap proses pemilu, dimulai dari ketika CV atau sepak terjang para calon legislatif maupun eksekutif terpublikasi, para calon pemilih perlu untuk meneliti secara jeli, dan kritis terhadap data para calon legisalatif maupun eksekutif tersebut sebelum menentukan pilihan. Ketika proses pemungutan suara berlangsung, para pemilih juga perlu terlibat dalam mengawasi prosesnya, apabila terjadi pelanggaran, jangan ragu untuk melaporkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.