Kamis, 28 September 2023, PUSDEMA USD menyelenggarakan Talk Show bertajuk “Kosmologi Lokal Papua dalam Demokrasi.” Talk Show ini menghadirkan Aprila Wayar (Jurnalis & Novelis), dan Grein Wutoy (Mahasiswa Papua di DPP UGM) sebagai pembicara. Talk Show yang dibuka oleh Prof. Ir. Sudi Mungkasi, Ph.D. (Wakil Rektor I USD) ini mencoba mengangkat berbagai sudut pandang baru dalam melihat Papua sebagai bagian dari Indonesia dan dunia.
Dipandu oleh Wedhowerti, S.Pd., M. Hum., Talk Show kali ini nampak dihadiri oleh puluhan kaum muda dari berbagai daerah termasuk dari Papua, yang bersama-sama ingin menggali dan menemukan berbagai hal baru. Dalam sesi diskusi banyak terungkap kisah-kisah atau pengalaman menarik dari para peserta maupun pembicara. Tidak sedikit dari peserta yang mengungkapkan kesan bahwa sebelumnya mereka tidak terlalu mengenal Papua, namun sekarang mereka mampu memahami dan mengenal Papua yang mencintai perdamaian.
Kamis, 24 Agustus 2023, di R. Koendjono, Gedung Pusat Lt. 4, Kampus II USD, Pusat Kajian Demokrasi dan Hak-Hak Asasi Manusia (Pusdema) menyelenggarakan Pidato Kebangsaan Tahun 2023. Pidato disampaikan oleh Dr. A. Setyo Wibowo, SJ dari Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara.
Pidato Kebangsaan yang telah dilaksanakan secara rutin selama 8 tahun ini, dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78.
Dalam Pidato Kebangsaan tahun 2023 ini, Romo Setyo, begitu sapaan akrabnya, menyampaikan pemikiran dengan judul “Demokrasi dan Para Penunggangnya (Kaum Tumbak Cucukan)”. Lewat pidato ini, Romo Setyo hendak memperdalam pengetahuan mengenai demokrasi dalam kepemimpinan karena Indonesia mulai memasuki tahun politik. Melalui judul pidato ini, Pusdema mengharapkan bahwa seluruh civitas akademika dan mahasiswa USD dapat tetap mengembangkan dan menanamkan jiwa demokrasi di tengah maraknya berita dan isu politik di masyakarat yang dapat menciderai demokrasi.
Pidato Kebangsaan yang dibawakan oleh Rm. Setyo menjelaskan tentang demokrasi yang semakin terkikis di masa kini karena banyak berita dan kabar yang mudah tersebar di media sosial yang mengikis pemikiran kritis warga. Di saat itulah kaum tumbak cucukan, yang merasa paling pintar dan senang mengadu domba, merupakan kaum yang memanfaatkan media sosial untuk menyeret masyarakat dalam berita dan kabar yang lebih emosional, menyebabkan hilangnya pemikiran kritis masyarakat.
“Demokrasi di masa sekarang, saat teknologi dan internet berkembang pesat, tidak dapat menghindari kaum tumbak cucukan. Namun, kita sebagai masyarakat masih memiliki harapan untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu demokrasi dengan mendidik generasi muda untuk terus berpikir secara kritis serta menanamkan sikap sopan santun sehingga dapat memunculkan karakter manusia yang beradab dan bermartabat.” tutur R. Setyo.
Kepala Pusdema, Dr. Anton Haryono, mengungkapkan bahwa tema pidato sangat kontekstual dengan situasi Indonesia saat ini.
“Judul ini tepat disampaikan karena bangsa Indonesia memasuki tahun politik yang cukup panas karena 2024 akan dilaksanakan pemilu. Kita tahu bahwa demokrasi mudah menjadi tirani sehingga diperlukan kehati-hatian dan kebijaksanaan. Karena itu, Pusdema ingin mengingatkan bahwa kita sebagai manusia yang berbangsa dan bernegara haruslah memiliki kehati-hatian dan kebijaksanaan agar dapat mempertahankan demokrasi di Indonesia” ungkapnya.
Sepakat dengan dengan Anton, Rektor USD, Albertus Bagus Laksana SJ, mengungkapkan bahwa judul Pidato Kebangsaan yang dipilih sangat relevan dengan situasi serta kondisi Indonesia masa kini.
“Kita semua paham bahwa demokrasi bangsa kita merupakan mekanisme yang mulia, tetapi dalam perjalanannya mengalami keambiguan dan tercidera karena kerenggangan antara politik dan kuasa. Karenanya, kerenggangan yang terjadi antara politik dan power akan didiskusikan di sini sehingga makin bertemu. Harapannya, dengan semakin bertemunya politik dan power, demokrasi yang sejati akan tercipta,” pungkas Rektor.
Pusat Kajian Demokrasi dan Hak-hak Asasi Manusia (PUSDEMA) Universitas Sanata Dharma, mengundang Romo/Bapak/Ibu/Saudara/Saudari untuk berkenan hadir dalam acara Pidato Kebangsaan dalam rangka memperingati 78 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan tema “Masa Depan Indonesia dalam Demokrasi dan Etika Politik”, pada:
Hari & Tanggal: Kamis, 24 Agustus 2023
Waktu: 18:00 – 21:00 WIB (Diawali dengan makan malam bersama)
Lokasi: Ruang Koendjono, Gedung Pusat Lt. 4, Universitas Sanata Dharma, Jl. Affandi, Gejayan, Yogyakarta
Jumat, 24 Maret 2023, pukul 10.00-12.00, sejumlah 50-an orang perwakilan organisasi mahasiswa di Universitas Sanata Dharma nampak memenuhi Ruang Kadarman, Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma. Mereka menghadiri seminar berjudul “Kaum Muda Mewujudkan Pemilu Damai, Kritis, dan Berintegritas, yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Demokrasi dan Hak-hak Asasi Manusia (PUSDEMA) Universitas Sanata Dharma.Acara yang dimoderatori oleh Ibu Wedhowerti, S. Pd., M. Hum., menghadirkan dua orang pembicara yakni Bapak Arry Dharmawan, S. E., M. I. Pol. (Kasubbag Data dan Informasi KPU DIY, dan Romo Patrisius Mutiara Andalas, S. J., S. S., S. T. D. (Dosen USD). Pak Arry sebagai pembicara pertama menekankan betapa pentingnya keterlibatan kaum muda sekaligus akademisi dengan berpartisipasi aktif sebagai agen sosialisasi, penyelenggara pemilu, dan peserta pemilu. Sementara itu Romo Mutiara Andalas atau akrab disapa dengan Romo Muti memaparkan peran serta kaum muda Generasi Z yang aktif dalam media digital saat ini mampu membangun diskresi politik, dan mampu menebarkan hal positif dalam aktivisme digital, sekaligus kaum muda perlu secara berani untuk melawan politik identitas.
Pemilu 2024 menjadi momen penting bagi Indonesia, tidak hanya untuk memilih pemimpin ataupun wakil rakyat, melainkan menentukan arah Indonesia selanjutnya agar lebih mampu berpihak pada mereka yang lemah, namun juga berpihak pada keadilan. Kaum muda yang saat ini cukup banyak menjadi pemilih pemula dalam 2024 memiliki peran penting untuk ikut berpartisipasi dalam menentukan arah Indonesia selanjutnya. Namun, hal ini bukan perkara mudah, sebagai kaum muda yang akrab dengan media digital, tentunya begitu banyak informasi bertebaran di media digital tanpa tahu kebenarannya. Fakta ini membuat kaum muda sekaligus para akademisi perlu lebih kritis lagi untuk menimbang, dan menentukan diskresi politiknya berdasarkan informasi yang mampu dipertanggungjawabkan.
Universitas Sanata Dharma pada tahun 2024 juga akan membuka TPS khusus bagi mahasiswa USD yang berdomisili di luar DIY. Hal ini menjadi salah satu hal penting dalam partisipasi kaum muda, karena universitas turut ambil bagian dalam memperhatikan kaum muda dan keterlibatannya dalam mewujudkan pemilu yang damai, kritis, dan berintegritas. Pak Arry juga mengajak para mahasiswa yang hadir untuk mampu jeli dan kritis terhadap proses pemilu, dimulai dari ketika CV atau sepak terjang para calon legislatif maupun eksekutif terpublikasi, para calon pemilih perlu untuk meneliti secara jeli, dan kritis terhadap data para calon legisalatif maupun eksekutif tersebut sebelum menentukan pilihan. Ketika proses pemungutan suara berlangsung, para pemilih juga perlu terlibat dalam mengawasi prosesnya, apabila terjadi pelanggaran, jangan ragu untuk melaporkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Secara umum tentu kita mengenal atau setidaknya pernah mendengar sasus mengenai peristiwa ganyang Malaysia. Ada banyak versi mengenai ganyang Malaysia salah satunya adalah keterlibatan Amerika dalam peristiwa ini. Kemudian ada Namun mengapa Amerika telibat dalam ganyang Malaysia. Apa sesungguhnya agenda Amerika dalam ganyang Malaysia Dan siapa orang yang ada dibalik ketelibatan Amerika dalam ganyang Malaysia. Selain ganyang Malaysia, kita juga setidaknya pernah mengetahui tentang diskrimnasi yang terjadi terhadap perempuan Papua. Mengapa sebenarnya diskriminasi terhadap perempuan khususnya perempuan Papua terjadi. Semua pertanyanan ini telah didiskusikan dalam seminar yang diadakan pada Jumat, 2 Desember 2022 dalm Seminar bertajuk “Sepenggal Sejarah Indonesia Yang Hilang: Peran Amerika Serikat dan Posisi Perempuan Papua” yang dibagi menjadi dua sesi.