Workshop Persiapan Hibah Pengembangan Model Flipped Classroom Inovatif Berbasis Pedagogi Ignasian
Yogyakarta, 10 Mei 2025 – Untuk mendukung pengembangan dan inovasi pembelajaran di Universitas Sanata Dharma (USD) serta memperkuat implementasi Pedagogi Ignasian dalam proses belajar-mengajar, Pusat Pengembangan dan Inovasi Pembelajaran (PPIP) kembali menyelenggarakan program Hibah Pengembangan Model Flipped Classroom Inovatif Berbasis Pedagogi Ignasian. Sebagai langkah awal, kegiatan ini diawali dengan Workshop Persiapan Hibah yang berlangsung selama dua hari, yaitu Jumat dan Sabtu, 9–10 Mei 2025, bertempat di Ruang Kelas S.405, Lantai 4, Gedung Fakultas Sastra, Kampus I Mrican.
Workshop ini diikuti oleh dosen dari berbagai program studi, termasuk dosen yang sedang menjalani program Pengembangan Karir Dosen (PKD) angkatan XII dan XIII. Kegiatan ini bertujuan membekali para dosen dengan pemahaman dan keterampilan awal yang diperlukan untuk mengembangkan model pembelajaran flipped classroom yang inovatif dan berakar pada nilai-nilai Ignasian.
Hari pertama workshop dibuka dengan sambutan dari panitia PPIP dan dilanjutkan dengan sesi bertajuk “Pengembangan Innovative Flipped Classroom dengan Memanfaatkan Generative Artificial Intelligence (Gen AI)” yang dibawakan oleh FX. Risang Baskara, M.Hum., Ph.D. Sesi ini memperkenalkan pemanfaatan Gen AI dalam merancang pembelajaran terbalik secara inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Sesi selanjutnya diisi oleh Septina Krismawati, M.A. dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang membagikan pengalaman implementasi model flipped classroom berbasis PI di kelasnya. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung aktif dan reflektif.
Hari kedua dimulai dengan sesi oleh Dr. Lucianus Suharjanto, S.J., S.T.B., M.A. yang membahas “Paradigma Pedagogi Ignasian dan Implementasinya dalam Pembelajaran.” Romo Lucianus menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai Ignasian agar dapat diintegrasikan secara bermakna dalam setiap tahap pembelajaran. Setelah jeda singkat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi yang membahas pengembangan model pembelajaran melalui pendekatan riset dan pengenalan teknis terkait program hibah yang dipaparkan langsung oleh Kepala PPIP. Sesi terakhir diisi oleh Elisabeth Dwi Anggraeni, S.Psi., M.A. yang juga membagikan praktik baik penerapan flipped classroom dalam konteks pembelajaran yang reflektif dan partisipatif.
Workshop ditutup dengan makan siang bersama dan ajakan kepada seluruh peserta untuk segera menyusun proposal hibah yang akan dikumpulkan paling lambat 10 Juni 2025. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PPIP berharap para dosen semakin terdorong untuk merancang pembelajaran inovatif berbasis nilai-nilai Ignasian demi mendukung capaian belajar mahasiswa secara holistik dan kontekstual. (a).
Recent Comments