Rapat Penyusunan AMI Berbasis Sistem Informasi bersama Tim Penjaminan Mutu Fakultas

Rapat Penyusunan AMI Berbasis Sistem Informasi bersama Tim Penjaminan Mutu Fakultas

Yogyakarta, 28 Februari 2025 – LPMAI Universitas Sanata Dharma menggelar Rapat Penyusunan AMI (Audit Mutu Internal) berbasis sistem informasi yang berlangsung di Ruang Rapat 1, Kampus 1, pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Rapat ini dihadiri oleh 11 orang perwakilan fakultas yang ada di Universitas Sanata Dharma.

Dipimpin oleh Dr. apt. Yustina Sri Hartini, selaku Ketua LPMAI, rapat ini bertujuan untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam pengembangan dan implementasi sistem informasi untuk mendukung pelaksanaan AMI yang lebih efisien dan terstruktur. Seluruh peserta rapat memberikan kontribusi yang sangat positif dengan berbagi masukan dan gagasan untuk meningkatkan kualitas sistem penjaminan mutu di setiap fakultas.

Rapat ini menunjukkan komitmen universitas dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengelolaan akademik, melalui penggunaan teknologi informasi yang lebih optimal. Ke depannya, sistem informasi yang disusun diharapkan dapat mempercepat proses pelaksanaan AMI dan meningkatkan akurasi data, sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan kualitas akademik Universitas Sanata Dharma.

Kegiatan ini merupakan langkah awal yang penting dalam mewujudkan tujuan bersama, yakni menciptakan lingkungan akademik yang semakin berkualitas dan berdaya saing.

Pertemuan Koordinasi LPMAI dengan Tim Penjaminan Mutu Unit Pengelola Program Studi

Pertemuan Koordinasi LPMAI dengan Tim Penjaminan Mutu Unit Pengelola Program Studi

USD – Jumat, 10 Januari 2024, komitmen untuk konsisten dalam mendorong pelaksanaan penjaminan mutu tridharma salah satunya diwujudkan melalui kebijakan pembentukan Tim Penjaminan Mutu (TPM) Unit Pengelola Program Studi (UPPS). Pada Kamis, 9 Januari 2025, LPMAI bersama dengan perwakilan TPM UPPS yang terdiri dari 8 Fakultas (Ekonomi, Farmasi, Keguruan dan Ilmu Pendidikan  Psikologi, Sains dan Teknologi, Sastra, Teologi, Vokasi ) dan 1 Program Pasca Sarjana berkumpul di Ruang Kadarman untuk berkoordinasi mengenai pelaksanaan peningkatan mutu pendidikan tinggi dalam integrasi pengaturan penjaminan mutu pendidikan tinggi melalui optimalisasi peran TPM UPPS.

Narsumber pertama, Dr. apt. Yustina Sri Hartini, menyampaikan mengenai Penjaminan Mutu di USD. Dalam diskusinya, beliau memaparkan mulai dari struktur organisasi LPMAI hingga posisi tim penjaminan mutu  UPPS serta deskripsi tugas mereka. Perangkat SPMI dan siklus PPEPP juga menjadi pemahaman penting bagi TPM UPPS. Selanjutnya disampaikan pula skema evaluasi tridharma, berbagai kegiatan tentang penjaminan mutu tridharma dan capaian yang telah diraih USD.

Narasumber kedua, Y. Agus Sugiatno, S.Si., M.M., menyampaikan mengenai Sistem informasi terkait penjaminan mutu di USD. Moderator yaitu Fransisca Desiana Pranatasari, S.E., M.M. Pada sesi akhir, Kerja Mandiri UPPS dalam pembuatan timeline komitmen pelaksanaan integrasi kinerja TPM UPPS lalu diplenokan.

 

Refleksi Karya LPMAI USD

Refleksi Karya LPMAI USD

LPMAI USD – Pada hari Selasa, tanggal 10 Desember 2024 Tim Lembaga Penjaminan Mutu dan Audit Internal (LPMAI) Universitas Sanata Dharma melakukan Refleksi Karya di Hotel Grand Rohan Yogyakarta. Refleksi karya sendiri merupakan kekhasan USD yang masuk dalam siklus PPEPP. Kekhasan ini sesuai dengan misi USD sebagai salah satu ajaran Spiritualitas Ignasian. LPMAI berusaha untuk menghadirkan kesadaran akan budaya mutu di unit atau program studi melalui pelaksanaan SPMI.

Dalam pelaksanaan SPMI, LPMAI menemukan berbagai kendala karena sebagian besar mengganggap penjaminan mutu hanya formatif saja, tidak menyeluruh secara internal unit dan hanya sebagai pemenuhan kebijakan pemerintah baik lewat UU PT dan permen terkait penjaminan mutu. Oleh karena itu, LPMAI mencoba untuk mengevaluasi dan merumuskan berbagai terobosan antara lain: evaluasi, kepercayaan, dan tantangan.

LPMAI menemukan bahwa semangat magis merupakan kunci keberhasilan pengembangan unit. Hal ini tentunya juga harus didukung dengan menjaga keseimbangan untuk mempertahankan semangat tersebut. Di tahun 2024, LPMAI telah mencapai banyak hal yang signifikan dalam pengelolaan penjaminan mutu, baik di tingkat unit maupun universitas.

Tentunya implementasi siklus SPMI harus dikawal dan menjadi komitmen semua pihak sebagai jaminan keberhasilan pengeloaan penjaminan mutu baik di unit maupun universitas.

Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Berbasis Sistem Informasi

Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Berbasis Sistem Informasi

 

Universitas Sanata Dharma kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan menyelenggarakan pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis sistem informasi.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (28-29 November 2024) di Loman Park Hotel Yogyakarta ini diikuti oleh 18 peserta yang berasal dari SMA Kolese Loyola Semarang, dan sekolah yang bernaung dibawah Yayasan Lazaris Surabaya yaitu , SMAK St. Louis 1 Surabaya, SMAK St. Louis 2 Surabaya, SMK St. Louis Surabaya, dan SDK St. Aloysius Surabaya.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya SPMI dalam mencapai standar nasional pendidikan, serta keterampilan dalam menyusun indikator, membangun sistem monitoring dan evaluasi, serta melakukan audit internal. Materi pelatihan yang disampaikan oleh para narasumber ahli, Ir. Ignatius Aris Dwiatmoko, M.Sc. dan Paulus Kuswandono, Ph.D.

Sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 9 Tahun 2022, penerapan SPMI merupakan keharusan bagi seluruh satuan pendidikan. Melalui pelatihan ini, Universitas Sanata Dharma ingin mendorong mitra-mitranya untuk turut serta dalam mewujudkan implementasi SPMI yang efektif dan berkelanjutan.

“Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan bahwa lembaga pendidikan dapat secara konsisten meningkatkan kualitas pendidikan yang mereka berikan,” ujar Dr. apt. Yustina Sri Hartini selaku Ketua LPMAI. “Dengan memahami konsep SPMI dan mengimplementasikannya dengan baik, diharapkan para peserta dapat menyusun dan menjalankan sistem monitoring dan evaluasi yang efektif untuk mencapai tujuan mutu yang telah ditetapkan.”

Pelatihan ini secara khusus menyoroti tiga aspek penting dalam SPMI, yaitu:

– Penyusunan Indikator: Peserta akan diajarkan cara menyusun indikator yang relevan dengan standar nasional pendidikan, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam mengukur pencapaian mutu.
– Pembangunan Sistem Informasi: Pelatihan ini akan memberikan pemahaman tentang pentingnya sistem informasi dalam mendukung kegiatan monitoring dan evaluasi. Peserta akan diajak untuk merancang sistem informasi yang efisien dan efektif.
– Praktik Audit Internal: Peserta akan mendapatkan pengalaman langsung dalam melakukan audit internal. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan standar dan indikator yang telah ditetapkan.

Para peserta pelatihan sangat antusias mengikuti seluruh sesi yang disampaikan. Mereka juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan para narasumber dan peserta lainnya. Diharapkan, ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat langsung diterapkan di masing-masing lembaga pendidikan, sehingga kualitas pendidikan di Indonesia semakin meningkat.

LPMAI melakukan External Benchmarking ke UPI dan Binus

LPMAI melakukan External Benchmarking ke UPI dan Binus

Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMAI) Universitas Sanata Dharma (USD) melakukan studi banding ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Binus University pada tanggal 24 Oktober 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk menggali praktik terbaik dalam pengembangan dan inovasi pembelajaran, serta pengelolaan sistem penjaminan mutu.

Kunjungan yang dilakukan LPMAI USD pada Satuan Penjaminan Mutu Universitas Pendidikan Indonesia, Tim LPMAI USD mendapatkan pemaparan mendalam mengenai komitmen UPI dalam mendorong budaya mutu yang berkelanjutan. UPI telah berhasil membangun sistem penjaminan mutu yang komprehensif, meliputi baik aspek internal maupun eksternal.

Diketahui UPI telah mengembangkan sistem pengukuran kurikulum OBE yang sangat menarik sistem ini memungkinkan UPI untuk secara efektif memantau pencapaian tujuan pembelajaran dan memastikan relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja.

Selain itu, UPI juga telah mengintegrasikan sistem informasi akademik dengan sistem pengukuran OBE. Integrasi ini memudahkan UPI dalam melacak kinerja institusi dan memastikan bahwa semua aktivitas akademik selaras dengan tujuan strategis universitas.

Selanjutnya pada tanggal 25 Oktober 2024, LPMAI USD juga berkunjung ke Binus University. QMC Binus University, sebagai pusat pengelolaan mutu di Binus, memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun budaya mutu yang kuat di seluruh komponen universitas. Melalui berbagai divisi seperti quality system, quality control, quality measurement, dan quality improvement, QMC Binus terus berinovasi dalam mengembangkan sistem manajemen mutu yang terintegrasi dengan standar nasional dan internasional.

Salah satu hal menarik yang dibagikan oleh QMC Binus adalah komitmen mereka dalam melakukan pengukuran Outcome-Based Education (OBE) secara berkala. Meskipun sistem pengukuran OBE masih dalam tahap pengembangan, Binus tetap konsisten dalam memantau pencapaian hasil belajar mahasiswa. Selain itu, Binus juga telah mengembangkan sistem informasi yang terintegrasi untuk memantau pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi (PT) serta memenuhi kebutuhan pelaporan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Kunjungan benchmarking ini memberikan banyak manfaat bagi LPMAI USD. Dengan mempelajari praktik terbaik yang telah diterapkan oleh Binus dan UPI, diharapkan LPMAI USD dapat semakin memperkuat sistem penjaminan mutu internalnya, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta mendorong inovasi dalam pembelajaran.

Prodi Sarjana Psikologi USD Raih Akreditasi Unggul

Prodi Sarjana Psikologi USD Raih Akreditasi Unggul

USD – 19 Agustus 2024,  Program Studi Sarjana Psikologi USD, setelah melalui Instrumen Suplemen Konversi (ISK), dinyatakan telah memenuhi syarat peringkat Akreditasi Unggul, berdasarkan surat keputusan Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) No. 5529/SK/BAN-PT/Ak.KP/S/VIII/2024. Perolehan peringkat akreditasi ini menunjukkan komitmen pengembangan berkelanjutan yang terus diupayakan.

Rasa gembira atas perolehan prestasi ini tentu dirasakan oleh segenap civitas prodi Psikologi, seperti yang disampaikan oleh Kaprodi Psikologi, Dr. Victorius Didik Suryo Hartoko.

“Kami merasa bergembira karena Program Studi Sarjana Psikologi Universitas Sanata Dharma memperoleh peringkat Akreditasi Unggul melalui surat keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN PT pada tanggal 19 Agustus 2024. Peringkat Akreditasi Unggul ini memberikan tantangan bagi kami untuk meningkatkan mutu layanan kami agar mahasiswa lulusan kami dapat menjadi semakin relevan bagi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Didik juga menambahkan bahwa lulusan psikologi diharapkan nantinya sebagian besar akan mengambil peran penting dalam layanan kesehatan mental masyarakat di tengah zaman yang semakin cepat mengalami perubahan. tanggung jawab kami ini tidaklah hanya terbatas pada pengembangan intelektual akademik, melainkan juga terhadap pengembangam diri dan kesehatan mental mahasiswa.

“Kami berharap upaya pengembangan pembelajaran yang lebih manusiawi dapat terus kami tingkatkan. Kami juga berterima kasih pada semua pihak yang telah banyak membantu dalam usaha untuk mencapai keunggulan tersebut,” pungkasnya.

Peringkat Akreditasi Unggul Program Studi Sarjana Psikologi Universitas Sanata Dharma berlaku sampai dengan 13 Desember 2025.

(AFH/BR-Humas)